Friday, 12 Jumadil Awwal 1440 / 18 January 2019

Friday, 12 Jumadil Awwal 1440 / 18 January 2019

Timses Ingin Kiai Ma'ruf Tampil Elegan Saat Debat

Kamis 10 Jan 2019 06:16 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nur Aini

Calon Wakil Presiden nomor 01 Maruf Amin memberikan pidato politik dalam acara Deklarasi Perempuan Indonesia untuk Joko Widodo-Maruf Amin (P-IJMA) di Rumah Aspirasi, Jakarta, Sabtu (22/9).

Calon Wakil Presiden nomor 01 Maruf Amin memberikan pidato politik dalam acara Deklarasi Perempuan Indonesia untuk Joko Widodo-Maruf Amin (P-IJMA) di Rumah Aspirasi, Jakarta, Sabtu (22/9).

Foto: ANTARA FOTO
Kiai Ma'ruf tetap akan tampil dengan sarung dan surban saat debat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH.Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, tidak ada yang perlu diubah dari penampilan Kiai Ma'ruf pada saat debat perdana capres-cawapres yang akan digelar pada 17 Januari 2019 mendatang. 

Menurut dia, pihaknya ingin agar Kiai Ma'ruf tampil elegan seperti biasanya dengan mengenakan sarung dan surban. Karena, kata dia, jika penampilan Kiai Ma'ruf diubah justru akan dianggap pencitraan.

"Untuk penampilan panggung jangan diubah nanti dikira pencitraan lagi. Kita mau tampil elegan apa adanya (memakai sarung dan surban), tidak aneh aneh," ujar Karding saat dihubungi wartawan, Rabu (9/1).

Selama proses Pilpres 2019 ini, Kiai Ma'ruf memang kerap tampil dengan mengenakan sarung dan surban, termasuk saat melakukan silaturrahim ke daerah-daerah. Pada saat memimpin rapat di Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Ma'ruf biasanya juga mengenakan sarung dan surban. 

Terlepas dari penampilan Kiai Ma'ruf tersebut, Karding mengatakan, debat capres-cawapres tersebut sebenarnya merupakan sesuatu sangat penting dan strategis. Karena itu, pihaknya berharap publik bisa mendapatkan informasi yang benar tentang apa yang dilakukan Jokowi selama ini. 

"Kita berharap dari debat ini orang, publik mendapatkan informasi tentang apa yang telah dilakukan Jokowi, apa yang menjadi program beliau," ucap Karding. 

Selain itu, kata dia, debat tersebut juga merupakan kesempatan bagi Jokowi untuk mengklarifikasi isu-isu bersifat fitnah yang selama ini digulirkan oleh pihak-pihak tertentu. 

"Dan itu akan disampaikan langsung oleh paslon yang bersangkutan sehingga publik bisa mempercayai itu," kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Baca: Timses: Debat Makanan Sehari-Hari Kiai Ma'ruf di NU

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES