Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

LSI Denny JA: Nasdem, PKS, PAN, PPP Belum Aman

Selasa 08 Jan 2019 17:23 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ratna Puspita

Prediksi Parpol Pemenang Pemilu. Peneliti LSI Ardian Sopa menyampaikan hasil survei LSI di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Prediksi Parpol Pemenang Pemilu. Peneliti LSI Ardian Sopa menyampaikan hasil survei LSI di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Empat partai itu merupakan partai lama yang punya kekuatan untuk lolos.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Posisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum aman untuk menembus ambang batas suara parlemen pada Pemilu 2019. Dalam lima bulan terakhir, elektabilitas partai-partai itu masih sulit menembus angka empat persen.

"Dari lima survei terakhir LSI Denny JA, elektabilitas keempat partai ini masih sulit menembus angka empat persen," kata peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ardian Sopa, dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (8/1).

Kendati demikian, Ardian melanjutkan, empat partai tersebut merupakan partai lama yang memiliki kekuatan, pengalaman, dan sumber daya untuk bisa memenuhi ambang batas suara parlemen sebesar empat persen itu. Menurutnya, kekuatan Nasdem ada pada sosok ketua umumnya yang populer.

"(Ketua umum Nasdem) punya kekuatan media dan sumber dana yang memadai. Masuknya sejumlah artis menjadi caleg Nasdem juga akan menjadi vote getter bagi partai," katanya.

Kekuatan PKS, ujar dia, adalah mesin partai dan kader partai yang militan. PKS juga dikenal pandai merawat konstituen dan agresif menjelang pemilu. Kemudian untuk PPP dan PAN, keduanya unggul dalam pengalaman partai dan caleg untuk menghadapi pemilu.

Namun, ia mengatakan, PPP dan PAN harus mencari sumber pendongkrak baru agar bisa kompetitif dengan partai menengah lainnya, bahkan dengan partai baru. "PAN yang selama ini mengandalkan pamor Amien Rais harus mampu mencari alternatif sumber pendongkrak baru karena pamor Amien Rais yang memudar," tuturnya.

Rilis survei kali ini merupakan rangkuman dari lima survei terakhir LSI Denny JA sejak Agustus 2018 hingga Desember 2018. Setiap bulannya, mereka membuat survei nasional menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi di Indonesia dengan menggunakan metode multistage random sampling.

Menurut Ardian, margin of error setiap survei tersebut kurang lebih 2,9 persen. "Kami juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA