Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Golkar Dinilai Tetap Bisa Tembus Papan Atas

Jumat 04 Jan 2019 01:07 WIB

Rep: Agus Raharjo/ Red: Esthi Maharani

Partai Golkar   (Republika/Aditya Pradana Putra)

Partai Golkar (Republika/Aditya Pradana Putra)

Golkar tidak tergantung pada sosok figur tertentu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno memprediksi partai Golkar mampu menembus papan atas pada Pemilu 2019. Menurut Adi, ada beberapa hal yang dapat mendukung pencapaian tersebut.

Pertama, Golkar sebagai partai lama sudah teruji menghadapi pemilu. Partai berlambang pohon beringin juga tidak tergantung pada sosok figur tertentu.

"Golkar sudah teruji sebagai partai modern yang tak tergantung pada satu figur kuat. Mesin partai saya lihat saat ini solid," kata Adi Prayitno, Kamis (3/1).

Adi menganalisis, sejak Reformasi, Golkar belum mengantarkan kadernya sebagai presiden lewat pemilu. Tetapi, dalam pileg, posisi Golkar selalu unggul dengan minimal menempati posisi dua besar. Bahkan, di Pileg 2004, Golkar pernah berjaya sebagai pemenang dengan meraih 24,4 juta atau 21,53 persen.

"Itu artinya, mesin partai beringin ini teruji. Golkar saya yakin bisa rebound di Pileg 2019," tutur Adi.

Adi menambahkan, coattail effect atau efek ekor jas tak berpengaruh terhadap Golkar. Sebab, dengan sistem multipartai yang ekstrem seperti di Indonesia, tak selamanya efek ekor jas linear dengan nasib partai. Apalagi, sistem Pemilu 2019 yang digelar serentak antara pileg dan pilpres.

"Sistem pemilu sekarang sangat jelimet. Efek ekor jas tak selamanya linear karena yang menentukan adalah kerja mesin partai, soliditas pemilih tradisional, dan kerja caleg. Golkar punya itu semua," ujarnya.

Ia mencontohkan ketika Pilpres 2004 yang dimenangkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), namun pemenang pileg justru diraih oleh Golkar. Hal itu menunjukkan, mesin partai di akar rumput serta kinerja calon legislatif yang akan memberikan pengaruh.

"Contoh ekor jas tak selalu linear pada Pemilu 2004 di mana pilpres dimenangkan SBY tapi di pileg kalah sama Golkar," tegas Adi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA