Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Prabowo Siap Bentuk Kementerian Khusus Tangani Bencana

Selasa 01 Jan 2019 09:34 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andri Saubani

Masyarakat menyambut kedatangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto di Kota Ambon, Jumat (28/12).

Masyarakat menyambut kedatangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto di Kota Ambon, Jumat (28/12).

Foto: dok. Tim BPN Prabowo Sandiaga
Negara dinilai kurang sigap menangani bencana daripada ormas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator juru bicara (jubir) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut capres nomor urut 02 Prabowo Subianto akan membentuk kementerian khusus yang menangani bencana di Indonesia. Hal itu penting lantaran Indonesia merupakan negara yang rawan terjadi bencana.

"Pak Prabowo ingin mendorong kementerian khusus terkait kebencanaan," kata Dahnil di Jakarta, Senin (31/12).

Dahnil menyebut letak Indonesia yang dikelilingi garis pantai cukup panjang membuat Indonesia membutuhkan sebuah lembaga yang  sigap dalam menangani suatu bencana. Dahnil menilai, penanganan bencana yang ada selama ini dianggap kurang profesional lantaran kerap salah dalam memberi informasi.

"Dalam penanganan bencana kita selalu menghadapi masalah yang terus berulang. Misalnya BMKG, itu keliru. Informasi yang disampaikan juga keliru juga. Profesionalisme penanganan pascabencana itu juga jadi permasalahan," ujarnya.

Dahnil menilai, kekuatan penanganan bencana di Indonesia saat ini ada pada solidaritas masyarakatnya. Organisasi masyarakat keagamaan dan masyarakat seperti NU, Muhammadiyah, FPI, Dompet Dhuafa, dan ACT menurutnya lebih cepat turun dibanding negara.

"Buat warga negara yang seperti FPI dan lembaga lain, itu bukan mandatory sebenarnya. Siapa yang punya mandatory itu? Mandatory menangani bencana adalah negara, tapi negara seringkali salah bahkan melakukan mitigasi," tuturnya.

Oleh karena itu, Dahnil mengungkapkan jika terpilih Prabowo bertekad akan memaksimalkan anggaran untuk pencegahan dan penanganan bencana.
Selain itu dari sisi kesadaran kolektif Prabowo ingin literasi masyarakat terkait kebencanaan dotingkatkan.

"Kita akan dorong literasi kebencanaan. Jadi ada literasi kebencanaan di tengah masyarakat apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA