Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Usulan Tes Baca Alquran, Kiai Ma'ruf: Kalau Saya Siap Sekali

Ahad 30 Des 2018 18:20 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ratna Puspita

KH Ma'ruf Amin beserta istrinya kunjungi posko pengungsian, Tenjolahang Timur, Tenjolahang, Pandeglang, Selasa (25/12).

KH Ma'ruf Amin beserta istrinya kunjungi posko pengungsian, Tenjolahang Timur, Tenjolahang, Pandeglang, Selasa (25/12).

Foto: republika/Afrizal Rosikhul Ilmi
Kiai Ma'ruf enggan memberikan terkait perlu dan tidaknya tes baca Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin turut menanggapi wacana Dewan Ikatan Dai Aceh yang mengusulkan adanya tes baca Alquran bagi kedua pasangan calon presiden dan cawapres. Sebagai ulama, Kiai Ma'ruf pun menyatakan kesiapannya jika memang diundang untuk menjalani tes baca Alquran itu.

Baca Juga

"Jadi kalau saya diundang untuk dites, siap sekali," ujar Kiai Ma'ruf saat ditanya wartawan tentang wacana tes Alquran itu di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (30/12).

Namun, Kiai Ma'ruf enggan memberikan terkait perlu dan tidaknya tes baca Alquran itu. Karena, wacana tersebut memang datang dari kalangan masyarakat sendiri. 

"Kami tak ingin bilang perlu atau tak perlu. Tapi kalau ada ide, kita diundang, kita siap. Bukan soal perlu atau tidak perlu. Itu kan keinginan masyarakat sendiri," ucap Kiai Ma'ruf. 

"Kami sih enggak ada uji baca Alquran, tapi kalau diuji, ya kita siap," tegasnya lagi. 

Sebelumnya, Dewan Ikatan Dai Aceh mengusulkan adanya tes baca Alquran bagi kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Tantangan itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak di Banda Aceh, Sabtu (29/12).

"Untuk mengakhiri polemik Keislaman capres dan cawapres, kami mengusulkan tes baca Alquran kepada kedua pasangan calon," kata Marsyuddin.

Dewan Ikatan Dai Aceh berencana mengundang kedua pasangan calon untuk mengikuti uji mampu membaca Alquran. Tes membaca Alquran akan dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada 15 Januari 2019.

Tes membaca Alquran tidak memengaruhi keputusan KPU. Namun, hal itu dinilai peting sebagai langkah awal untuk mengakhiri politik identitas yang sudah terlanjur terjadi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA