Rabu, 10 Jumadil Awwal 1440 / 16 Januari 2019

Rabu, 10 Jumadil Awwal 1440 / 16 Januari 2019

Soal Tes Baca Alquran, BPN: Yang Penting Pengamalannya

Ahad 30 Des 2018 17:18 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ratna Puspita

Sodik Mudjahid

Sodik Mudjahid

Foto: Kiblat.
Sodik mengibaratkan dengan ketua umum PSSI yang tak perlu dites cara menendang bola.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Sodik Mudjahid merespons usulan adanya tes baca Alquran di Aceh. Dia mengatakan mengetahui dan memahami Alquran di negara berdasar Pancasila dan negara mayoritas muslim merupakan hal yang penting.

"Tapi yang sangat dan lebih penting adalah pemahaman terhadap isinya dan bagaimana mengamalkannya secara demokratis dan konstitusional di NKRI yang berdasar Pancasila dan UUD 45," ujar dia dalam keterangan pers, Ahad (30/12).

Menurut Sodik, prinsip itu yang lebih penting, dan bukan hanya mampu membacanya dalam bahasa arab. Misalnya saat tes calon ketua umum PSSI. "Apakah dilakukan tes cara menendang bola, cara setop bola dan cara drible bola? Tidak kan? Tapi visi misi dan programnya dalam memajukan sepak bola," tutur dia.

Sodik melanjutkan, memahami Alquran dan kitab-kitab suci lain penting sebagai seorang capres. Namun, menurutnya, kemampuan membaca Alquran bukan syarat.

"Tetapi sebagai advantage saja sehingga tes baca Al-Qur'an tidak perlu dilakukan. Tes, amati, cermati pemahamannya terhadap Al-Qur'an. Tapi tidak melalui tes khusus karena bisa tampak dalam debat, dalam pidato dan dalam ungkapan pendapat dan pikirannya selama ini," katanya.

Sebelumnya, Dewan Ikatan Dai Aceh mengusulkan adanya tes baca Alquran bagi kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Tantangan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak di Banda Aceh, Sabtu.

Dewan Ikatan Dai Aceh berencana mengundang kedua pasangan calon untuk mengikuti uji mampu membaca Alquran di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada 15 Januari 2019. Tes membaca Alquran tidak memengaruhi keputusan KPU. Namun sebagai langkah awal untuk mengakhiri politik identitas yang sudah telanjur terjadi.

"Untuk mengakhiri polemik Keislaman capres dan cawapres, kami mengusulkan tes baca Alquran kepada kedua pasangan calon," kata Tgk Marsyuddin.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES