Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

TKN Pastikan Jokowi Siap Ikut Tes Baca Alquran

Ahad 30 Dec 2018 04:25 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Israr Itah

 Arya Sinulingga (kiri)

Arya Sinulingga (kiri)

Foto: Antara/Ismar Patrizki
TKN bisa memahami alur pikir Ikatan Dai Aceh sehingga mengeluarkan tawaran tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) pemenangan pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengaku siap memenuhi tes baca ayat suci Alquran. Tawaran uji baca kitab suci umat Islam itu diusulkan oleh Dewan Ikatan Dai Aceh kepada kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019.

"Kami dari pihak TKN menyatakan, Pak Jokowi sangat siap menerima tawaran yang diberikan kawan-kawan Ikatan Dai Aceh," kata Juru Bicara TKN Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Arya Sinulingga di Jakarta, Sabtu (29/12).

Arya mengungkapkan, TKN bisa memahami alur pikir Ikatan Dai Aceh sehingga mengeluarkan tawaran tersebut. mengeluarkan tawaran tersebut. Dia mengatakan, salah satu syarat untuk bisa menjadi pemimpin di provinsi Aceh adalah bisa membaca Alquran dan mengaji.

Menurut Arya, tawaran tersebut harus dihargai mengingat ini adalah permintaan dari masyarakat Aceh. Sebab, warga Aceh memang dikenal sangat menjunjung ajaran dan melandaskan semuanya dari agama Islam.

Dia menegaskan, calon presiden Jokowi siap untuk menerima ajakan dan undangan tersebut. Ketua DPP partai Perindo ini melanjutkan, TKN juga bersedia kalau misal kubu calon presiden Prabowo Subianto meminta tes itu dibuat tertutup dan hanya didengarkan oleh para juri.

Sebelumnya, Dewan Ikatan Dai Aceh mengusulkan adanya tes baca Alquran bagi kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Tantangan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak di Banda Aceh, Sabtu.

Pihaknya berencana mengundang kedua pasangan calon untuk mengikuti uji mampu membaca Alquran di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada 15 Januari 2019. Tes membaca Alquran tidak memengaruhi keputusan KPU. Namun sebagai langkah awal untuk mengakhiri politik identitas yang sudah telanjur terjadi.

"Untuk mengakhiri polemik Keislaman capres dan cawapres, kami mengusulkan tes baca Alquran kepada kedua pasangan calon," kata Tgk Marsyuddin.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA