Selasa, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Selasa, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Respons Presiden Soal Perusakan Baliho Partai Demokrat

Ahad 16 Des 2018 06:00 WIB

Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/12/2018). Pada tahun 2018 ini Pemerintah akan menerbitkan sebanyak 155.000 sertifikat tanah baru dan telah diserahkan sertifikat hak atas tanah kepada 132.993 warga di Provinsi Riau.

Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/12/2018). Pada tahun 2018 ini Pemerintah akan menerbitkan sebanyak 155.000 sertifikat tanah baru dan telah diserahkan sertifikat hak atas tanah kepada 132.993 warga di Provinsi Riau.

Foto: ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Presiden ajak semua pihak menjaga ketenangan menjelang pelaksanaan Pilpres 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Presiden Joko Widodo meminta semua pihak menjaga ketenangan dan kesejukan menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. "Kita, siapapun baik itu caleg, parpol, dalam kontestasi pilpres, marilah kita jaga ketenangan dan kesejukan dalam memasuki tahun politik ini," kata Presiden Jokowi di Pekanbaru, Sabtu malam menanggapi adanya perusakan baliho Partai Demokrat di Pekanbaru. 

Ia mengingatkan, tidak ada pihak pihak yang memanas-manasi situasi dengan cara yang tidak beradab dan tidak beretika. "Ini kita bicara untuk semua tim, untuk semua partai, semua caleg, harus saling menghargai dan menghormati, baik dalam bertutur kata, dalam pemasangan spanduk, dalam pemasangan baliho, semuanya," kata Presiden Jokowi usai bersilahturahim dengan warga Paguyuban Pujakesuma Riau di salah satu hotel di Kota Pekanbaru. 

Baca Juga

Sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat menyayangkan insiden pengrusakan baliho dan atribut Partai Demokrat oleh orang tak dikenal. SBY berjalan kaki menyisiri Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru, untuk melihat langsung baliho dan atribut partai berlambang mercy itu yang telah dirusak.

"Dini hari saya menerima laporan bahwa baliho selamat datang dan bendara partai dirusak. Kemudian saya tidak langsung percaya. Pagi ini saya melihat langsung ternyata benar baliho dirobek serta bendara partai dibuang ke selokan, saya sangat menyayangkan kejadian ini" katanya.

Ia menyayangkan kunjungan yang dilakukan saat tahun politik ke Riau diwarnai insiden tak menyenangkan, diharapkan agar apapun pilihan politiknya, setiap orang harus saling menghormati perbedaan. "Saya sempat tanyakan saudara kami di Riau apakah sudah berubah? Selama 10 tahun memimpin, saya mengenal karakter akhlak saudara kami di Riau saling menghormati dan menghargai apapun perbedaan politiknya," tegasnya.

SBY memerintahkan sekjen dan pengurus Partai Demokrat Riau dan Pekanbaru untuk mencabut semua bendera dan spanduk Partai Demokrat. "Saya perintahkan kepada sekjen, pemimpin Demorkat Riau dan Pekanbaru agar semua atribut ucapan selamat datang atas kunjungan saya ke Riau dan bendera Demokrat diturunkan, lebih baik kita mengalah dan diturunkan daripada bendera, baliho kita dirobek, diturunkan, diinjak. Sama saja dengan merobek saya, menginjak dan dibuang ke selokan," sebutnya.

Dari pantauan, SBY berjalan dari kantor DPRD Riau menuju atribut Partai Demokrat dan baliho bergambar dirinya dirobek, bahkan beberapa spanduk dibuang ke parit.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA