Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Hasto Pastikan Perusak Bendera Demokrat Bukan Kader PDIP

Sabtu 15 Dec 2018 21:06 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha, Antara/ Red: Andri Saubani

Sekertaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Hasto Kristiyanto.

Sekertaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Hasto Kristiyanto.

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Perusakan bendera Demokrat terjadi saat SBY berkunjung ke Pekanbaru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jendral Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengecam perusakan atribut kampanye partai politik di Indonesia. Dia menegaskan, insiden perusakan atribut Partai Demokrat di Riau, Pekanbaru bukan dilakukan oleh kader PDIP.

"Kami ini Partai yang berdisiplin jadi kami pastikan tidak ada anggota kami yang punya perilaku seperti itu, karena sanksinya sangat tegas dan berat, pemecatan," kata Hasto, Sabtu (15/12).

Baca Juga

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pemenangan pasangan nomor urut 01 ini meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan tuntas. Disaat yang bersamaan, dia juga mengajak seluruh elemen untuk memerangi bersama para penyusup yang mencoba mengadu domba partai.

"PDIP mengutuk keras berbagai provokasi yang menganggu jalannya tahapan pemilu termasuk cara-cara kotor dengan merusak atribut kampanye Parpol lain," kata Hasto.

Dia juga meminta agar seluruh anggota dan kader partai semakin waspada terhadap berbagai bentuk adu domba. Dia mengaku telah menjalankan perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menjaga disiplin anggota dan kader Partai.

Sekretaris Jendral Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengaku prihatin dengan apa yang terjadi pada partai Demokrat di Pekanbaru, Riau. Dia meminta badan pengawas pemilu (bawaslu) kota Pekanbaru untuk turun tangan menyelidiki siapa sebenarnya pihak-pihak yang mengayuh di air keruh ini.

"Sekali lagi ini adalah sebuah keprihatinan ada alat peraga kampanye yang dirusak," katanya.

Lebih jauh, Antoni menduga ada sosok yang tidak menyukai jika Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berdekatan. Ini, dia katakan, mengingat Jokowi dan SBY tengah beada dalam satu kota di Pekanbaru. Dia memprediksi ada pihak yang merasa terganggu kepentingan politiknya atas kedekatan Jokowi dan SBY ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah atribut Partai Demokrat yang terpasang persis di depan Gedung DPRD Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, dirusak oleh orang tak dikenal. Pengrusakan itu bersamaan dengan kunjungan kerja SBY ke Kota Pekanbaru, akhir pekan ini.

Bahkan, SBY secara pribadi langsung menyisir lokasi pengrusakan atribut partainya, Sabtu pagi tadi. Dalam video yang beredar luas di media sosial, SBY tampak begitu sedih dan kecewa dengan insiden tersebut. Menurutnya, perusakan atribut partai tersebut sama saja menginjak harga dirinya, sebagai pendiri dan ketua umum partai berwarna biru itu.

Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan bertolak ke Riau, pada Ahad (16/12). AHY akan menginvestigasi insiden perusakan bendera dan atribut Demokrat di Riau.

"Saya akan berangkat ke Riau besok pagi untuk melakukan investigasi, karena insiden ini bukan sekali terjadi. Sebelumnya, ada juga perusakan bendera Partai Demokrat di Kebumen, Medan dan Sumedang," ujar AHY melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu (15/12).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA