Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin akan Kikis Isu Keagamaan di Jabar

Rabu 12 Dec 2018 18:50 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Bayu Hermawan

Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Maman Imanulhaq,  memberikan  sambutan saat deklarasi Barabaja memberikan   dukungan terhadap bakal calon presiden Joko Widodo dan Maaruf Amin di Rumah Aspirasi, Jakarta, Ahad (16/9).

Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Maman Imanulhaq, memberikan sambutan saat deklarasi Barabaja memberikan dukungan terhadap bakal calon presiden Joko Widodo dan Maaruf Amin di Rumah Aspirasi, Jakarta, Ahad (16/9).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Relawan Jokowi-Ma'ruf akan turun ke masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin akan turun ke masyarakat untuk memenangkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 1 pada Pilpres 2019. Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Maman Imanulhaq, selain untuk mengampanyekan program kerja yang diusung, kehadiran mereka pun diharapkan mampu mengikis isu-isu miring terhadap Jokowi-Ma'ruf.

Maman mengatakan, saat ini terdapat 930 organ relawan yang tergabung di TKN. Jumlah yang banyak ini, menjadi modal penting untuk mengampanyekan kandidatnya itu. Unsur relawannya akan bekerja untuk mengikis isu keagamaan yang muncul di Jawa Barat. "Nantinya, Bogor, Sukabumi, Garut, Depok, jadi prioritas. Di situ, isu keberhasilan infrastruktur Pak Jokowi kalah sama isu anti-Islam," ujar Maman usai menghadiri Rapat Kerja Nasional I Tim Relawan Bersatu Jokowi-Maruf Amin, di Bandung, Rabu (12/12).

Oleh karena itu, Maman meminta para relawan lebih gencar turun ke masyarakat untuk menginformasikan keberhasilan pemerintah dalam bidang ekonomi dan penguatan pangan. Sehingga, pada Desember-Januari ini isu-isu tersebut bisa terkikis. "Semua relawan harus menguatkan isu pangan ini di Jawa Barat," katanya.

Saat turun ke masyarakat, kata Maman, relawan Joko Widodo-Maruf Amin akan menggunakan pendekatan agama dan budaya. Untuk pendekatan agama, ia mencontohkan pihaknya baru saja meggelar gerakan Shalawat di Kabupaten Garut dan Purwakarta. Sedangkan, kampanye dengan pendekatan kebudayaan, kata dia, dilakukan dengan menggelar sejumlah tradisi dan hiburan khas lokal.

"Saya baru dari Purwakarta. Ada satu organ masyarakat sadar wisata. Lalu, ada sisingaan di Subang, kuda renggong di Sumedang. Jadi pendekatan isu keagamaan dan tradisi dan budaya," katanya.

Jika hal ini konsisten dilakukan, Maman meyakini Jawa Barat akan menjadi lumbung suara untuk kandidat yang diusungnya. "Jawa Barat, DKI, dan Banten jadi lumbung kemenangan," katanya.

Sementara, menurut Ketua Komunitas Penggerak Ekonomi Rakyat Joko Widodo-Maruf Amin (Koper Jomin), Ayep Zaki, meyakini kandidat yang didukungnya akan memenangkan 60 persen suara di Jawa Barat. Untuk mencapai hal itu, pihaknya akan turun langsung ke masyarakat. "Kami akan door to door, mengadakan shalawat. Sudah ada data dari 27 kabupaten/kota, mana-mana yang harus kita kerjakan," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA