Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

Saat Kiai Ma'ruf Bicara Soal Kondisi Sepak Bola Nasional

Rabu 12 Dec 2018 12:14 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Muhammad Hafil

Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin

Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Saat berkeliling nanti, Kiai Ma'ruf akan membagi-bagikan bola.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin angkat bicara terkait performa tim nasional sepak bola Indonesia saat ini. Pendamping Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019 itu menyayangkan kondisi sepak bola nasional saat ini.

Menurut Kiai Ma'ruf, permainan tim nasional saat ini berbeda saat era jayanya di masa lalu. Dia mengatakan, saat itu timnas Indonesia diawaki sejumlah pemain hebat. Di antaranya, penyerang bernama Ramang hingga penjaga gawang andalan Maulwi Saelan atau yang dikenal sebagai ajudan terakhir Proklamator RI Bung Karno.

"Wah, (saat itu) hebat itu tim nasional kita. Kalau Korea Selatan saja itu lewat. Bisa menang lawan Australia. Dengan Rusia (dulu Uni Soviet) seri. Kapan masa itu datang lagi?" kata Kiai Ma'ruf di Jakarta, Rabu (12/12).

Masih menurut Kiai Ma'ruf, timnas Indonesia semestinya semakin berprestasi jika di masa lalu kerap mendapatkan gelar juara. Dia mengkau keheranan, mengapa yang terjadi saat ini justru sebaliknya.

"Saya tak tahu. Apakah kita yang ketinggalan, atau orang yang terlalu cepat pintar? Jadi kitanya yang mandek," kata Ma'ruf.

Kisah kehebatan timnas Indonesia era itu sebenarnya bisa dibaca dari kisah Ramang. Karir profesionalnya di timnas Indonesia dimulai tahun 1953. Berkat dirinya Indonesia disematkan dengan status Macan Asia. Dalam sebuah tur ke Asia Timur pada tahun 1953.

Timnas Indonesia hampir lolos ke Piala Dunia 1958. Cina disingkirkan. Sayang di babak kualifikasi berikutnya, karena ditempatkan satu grup dengan Israel, Indonesia mengundurkan diri.

Pada 1960, di ajang olimpiade, timnas Indonesia masuk ke babak perempatfinal. Sempat menahan imbang di pertandingan pertama, Indonesia akhirnya kalah 0-4 dari timnas Uni Soviet di pertandingan kedua.

Sementara, Kiai Ma'ruf yang baru saja dikunjungi mantan ketua PSSI La Nyala Matalliti berencana membagi-bagikan bola saat dirinya memulai kembali kunjungan ke berbagai daerah pada Januari nanti. Dia mengatakan, hal itu dilakukan dengan harapan timnas sepakbola Indonesia berprestasi kembali di tingkat dunia.

"Kita akan bagi nanti bola di berbagai daerah. Mudah-mudahan Indonesia bolanya makin hari makin bagus," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA