Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

FSI akan Angkat Jokowi Jadi Bapak Santri Indonesia

Sabtu 08 Dec 2018 17:01 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo dan keluarga berbincang bersama awak media di Grand Garden Cafe Kebun Raya Bogor, Jawa  Barat, Sabtu (8/12).

Presiden Joko Widodo dan keluarga berbincang bersama awak media di Grand Garden Cafe Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/12).

Foto: Republika/Dessy Suciati Saputri
FSI menilai jika tak ada Jokowi maka tak ada penetapan Hari Santri Nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Forum Santri Indonesia (FSI) mengungkapkan dukungannya kepada pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin. FSI juga akan mendeklarasikan Presiden Jokowi sebagai 'Bapak Santri Indonesia'.

Deklarasi FSI dilakukan di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat,  Sabtu (8/12), dan diterima langsung oleh Kiai Ma'ruf Amin. Ketua Dewan Pembina FSI, Rokhmin Dahuri, mengatakan kedatangan itu untuk bersilaturahmi dengan Kiai Ma'ruf.

"Kami bertekad bulat ingin berikhtiar secara maksimal, berdoa secara ikhlas kepada Allah, supaya Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin terpilih sebagai presiden dan wakil presiden," katanya pada wartawan.

Baca juga, Jokowi Ingat Pertama Kali Media Mulai Mengangkatnya.

Deklarasi lalu dilakukan dengan menyampaikan berbagai alasan mengapa harus mendukung Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Termasuk sosok Kiai Ma'ruf yang mengusung gagasan ekonomi arus baru.

"Intinya konsep itu ingin membantu Pak Jokowi untuk menambal hal yang masih kurang, memperbesar manfaat dan mereduksi kebutuhan orang miskin. Konsep Kiai Ma'ruf Amin sangat jitu," ujar Rokhmin.

"Pribadi Pak Jokowi yang sangat merakyat, lahir dari kampung dan rakyat kecil. Lalu Kiai Ma'ruf, ulama besar, yang akhlaknya Insya Allah sangat mulia sekaligus merakyat. Dengan ini bisa baik Indonesia membangun bangsa," tambahnya.

Ketua FSI Irwan Ari Kurniaa, mengatakan, ia berencana menggelar acara untuk mendapuk Presiden Jokowi sebagai Bapak Santri Indonesia. Gelar itu dinilai pantas. Sebab bila tidak ada Presiden Jokowi, maka takkan ada penetapan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober.

"Insya Allah nanti kami akan mengadakan, memberikan penghargaan kepada Presiden Joko Widodo yang telah mengeluarkan keputusan Hari Santri Nasional. Dan akan kita angkat menjadi Bapak Santri Indonesia," ungkap Irwan.

Sementara Kiai Ma'ruf adalah gurunya para santri. Karena itulah, para santri secara sukarela terus mendoakan sang guru sukses memenangkan Pilpres 2019.

"Beliau (Ma'ruf Amin) sudah pasti tentu menjadi gurunya para santri. Jadi dari semua calon, beliau inilah yang dari kalangan Kiai. Dan kami sebagai santri berkewajiban mendoakan beliau, agar beliau lancar untuk membawa menuju bangsa Indonesia lebih baik," pungkasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA