Friday, 7 Rabiul Akhir 1440 / 14 December 2018

Friday, 7 Rabiul Akhir 1440 / 14 December 2018

Erick Thohir Ingin Kampanye yang Bersahabat dan Bermatabat

Jumat 07 Dec 2018 22:46 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Pembicara Enterpreuneur. Chairman Mahaka Group Erick Thohir menjadi pembicara saat Jakarta Halal Things 2018 di Jakarta, Sabtu (1/12).

Pembicara Enterpreuneur. Chairman Mahaka Group Erick Thohir menjadi pembicara saat Jakarta Halal Things 2018 di Jakarta, Sabtu (1/12).

Foto: Republika/ Wihdan
Presiden dinilai memiliki konsep nawacita satu dan dua.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir kembali menegaskan komitmennya untuk tidak terjebak dalam kampanye yang saling memecah belah. Sejak awal terpilih sebagai Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick mengedepankan kampanye yang bersahabat, dan bermartabat.

"Kita mau kampanye ini bermartabat dan bersahabat, kalau kampanye selalu diangkat isu perpecahan, isu yang saling menjelekkan terus terang, sesuai dengan kepercayaan capres 01, saya ini diharapkan memanage kampanye ini secara profesional, jadi saya posisinya clear bahwa saya mengharapkan kampanye ini menjadi kampanye yang baik buat rakyat kita," ujar Erick ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jumat (7/12).

Erick menjelaskan, blusukan yang dilakukan Presiden Joko Widodo merupakan tindakan riil untuk mengetahui dan menyelesaikan persoalan yang terjadi di masyarakat. Dengan demikian, pada akhirnya presiden bisa membuat kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

Contohnya, Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke Sumatera Selatan untuk menindaklanjuti petani karet. Ketika itu Jokowi menjelaskan bahwa karet bisa dicampur menjadi aspal, sehingga mempunyai nilai tambah. Di sisi lain Presiden Jokowi mendorong replanting tanaman kelapa sawit karena  umurnya sudah mulai tua.

"Hal ini memang terus beliau tingkatkan sebagai presiden, dan itu saya melihatnya bukan janji, tapi benar-benar komitmen beliau yang dilakukan," kata Erick.

Erick menyebut, Presiden Jokowi sudah mempunyai konsep Nawacita Satu dan Nawacita Dua. Konsep ini bukan hanya sekadar janji, tapi menjadi pegangan yang akan direalisasikan. Adapun selama ini, Presiden Jokowi selalu bekerja sesuai dengan target sehingga masyarakat dapat menikmati hasilnya.

"Coba bagaimana sekarang kesenjangan di Indonesia sudah mulai terasa baik (kesenjangan menurun) dengan ada bantuan langsung, misal ke desa di mana ekonomi pedesaan meningkat," ujar Erick. 

 

 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Ketua TKN Buka Kegiatan Kamis Kerja

Kamis , 13 Dec 2018, 21:31 WIB