Rabu, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 Desember 2018

Rabu, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 Desember 2018

Jokowi Minta Mahasiswa Demo Dukung Pemerintah

Jumat 07 Des 2018 17:14 WIB

Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menristek Dikti M Nasir (keempat kiri) dan Menteri Sosial Agus Gumiwang (ketiga kiri) berfoto dengan peserta Konferensi Mahasiswa Nasional ketika diterima di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/12/2018).

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menristek Dikti M Nasir (keempat kiri) dan Menteri Sosial Agus Gumiwang (ketiga kiri) berfoto dengan peserta Konferensi Mahasiswa Nasional ketika diterima di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/12/2018).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Jokowi hari ini menerima peserta Konferensi Mahasiswa Nasional di Istana Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap agar mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia melakukan demonstrasi untuk mendukung program-program pemerintah. Hal itu diutarakan Jokowi saat menerima peserta Konferensi Mahasiswa Nasional di Istana Bogor, Jumat (7/12).

"Saya tidak pernah didemo. Didemo, dong! Demo mendukung. Ada yang demo mendukung gitu, loh, tapi ini tidak ada. Saya dibiarkan jalan sendiri malah dibilang antek asing. Ini bagaimana dibolak-balik," kata Jokowi.

Konferensi Mahasiswa Nasional tersebut berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta pada 3-6 Desember 2018 dan menghasilkan 11 rekomendasi di bidang pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, kesejahteraan guru, keadilan sosial, dan penegakan HAM. Setelah menerima rekomendasi tersebut, Presiden berharap agar mahasiswa juga mendukung sejumlah kerja pemerintah termasuk mengambil sejumlah sumber daya ekonomi yang tadinya dikuasai oleh asing.

"Presiden Jokowi itu disebut antek asing. Coba blok Mahakam, berapa puluh tahun dipegang Prancis-Jepang? Tahun 2015, sudah kita ambil dan serahkan 100 persen kepada Pertamina lalu ada blok Rokan yang dikelola Chevron sudah berapa puluh tahun? Lebih dari 30 tahun dikelola Amerika, dan sekarang sudah dimenangkan 100 persen oleh Pertamina," ungkap Presiden.

Selain Blok Mahakam dan Blok Rokan yang kini sudah dikelola oleh Pertamina, Presiden juga menyinggung pencapaian terhadap negosiasi divestasi 51 persen saham Freeport yang pada pertengahan tahun ini dilakukan. "Freeport, negosiasi kita sudah 3,5 tahun, alot. Sudah kita tanda tangani, sudah semuanya, Insya Allah di bulan Desember kita selesaikan 100 persen dan mayoritas 51 persen menjadi Indonesia yang dimiliki oleh konsorsium PT Inalum, BUMN kita," tambah Presiden.

Menurut Presiden, untuk mengambil alih sumber-sumber ekonomi tersebut bukanlah tanpa tekanan. Hanya butuh komitmen kuat baik dari pemerintah maupun masyarakat, menurut Presiden, dalam melakukan upaya tersebut.

"Mudah ambil seperti itu? Tidak ada tekanan? Kalau tidak ada tekanan sudah dari dulu kita ambil, tapi tidak bimbang saya, saya maju terus saja. Ada yang dukung atau tidak mendukung sudah tugas kita untuk menyelesaikan hal seperti ini, yang nyatanya kita bisa," ungkap Presiden.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA