Sabtu, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Sabtu, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Puluhan Keluarga Korban Penembakan Datangi Kodim Jayawijaya

Selasa 04 Des 2018 20:27 WIB

Red: Bayu Hermawan

Keluarga korban penembakan menunggu kabar di Wamena, Papua, Selasa (4/12/2018).

Keluarga korban penembakan menunggu kabar di Wamena, Papua, Selasa (4/12/2018).

Foto: Antara/Iwan Adisaputra
Pihak keluarga datang untuk mendapatkan informasi terkait kasus pembunuhan tersebut

REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA -- Pihak keluarga korban dugaan penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, mendatangi Markas Kodim 1702/Jayawijaya untuk menunggu jenazah. Pihak keluarga datang ke markas Kodim setelah mendapat informasi seputar kasus penembakan dari media massa.

Sekitar 90-an warga itu diizinkan masuk ke Halaman Kodim 1702/Jayawijaya oleh aparat TNI yang berjaga di pintu masuk Makodim, Selasa. Titus, seorang warga saat ditemui di Makodim, mengatakan satu anggota keluarganya yang bekerja sebagai pengangkut material, pergi ke Nduga pada 29 November lalu.

Ia mengatakan pihak keluarga belum mendapat informasi pasti dari keluarganya yang bernama Caling, sehingga mereka mendatangi pos penanganan kasus Nduga yang ada di Kodim 17012/Jayawijaya.

"Dia antarmaterial ke atas (Nduga). Awalnya kita tahu informasi ini di media. Keluarga saya namanya Caling. Dia kerja di sana sudah selama proyek itu dilakukan," tuturnya.

Ia mengatakan pihaknya sudah melihat foto-foto penembakan yang beredar di media sosial, namun mereka belum yakin apakah benar terjadi penembakan. "Nanti kita lihat fisiknya aslinya dalam keadaan selamat atau pun sudah menjadi jenazah. Kita dapat foto dari media yang beredar, ini jadi pertanyaan kita juga padahal di sana tidak ada sinyal, tetapi sudah ada di media sosial," ucapnya.

Dari foto yang beredar, kata dia, ada satu korban penembakan yang memiliki ciri-ciri fisik hampir mirip. "Kalau dilihat ciri-ciri fisik, sepertinya serupa, tetapi kita tetap berharap bahwa itu bukan dia," ujarnya, berharap.

Ia mengatakan mereka juga belum menerima informasi pasti dari pihak perusahaan. "Dari perusahaan sudah komunikasi, tetapi masih belum jelas ditambah informasi yang masih simpang siur apakah betul atau tidak," ucapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA