Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Pengamat Nilai Kedua Capres tak Perlu Hadiri Reuni 212

Jumat 30 Nov 2018 17:00 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bayu Hermawan

Pengamat politik, Muradi di Gedung Merdeka, Bandung, Senin (18/6).

Pengamat politik, Muradi di Gedung Merdeka, Bandung, Senin (18/6).

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Pengamat menilai dengan tak adanya capres yang hadir maka umat Isla tak terpolarisasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Muradi menyarankan baik calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan capres pejawat Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak hadiri reuni 212. Dengan demikian umat Islam diharapkan tidak terpolarisasi.

"Sebagai mayoritas penduduk umat Islam yang ada di Indonesia ini menjadi sangat inferior. Akses kaya gitu enggak penting untuk didorong, karena apa? Karena momentumnya sudah tidak lagi dalam posisi yang sama," kata Muradi saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (30/11).

Ia menambahkan dengan tidak menghadiri reuni tersebut itu artinya keduanya konsisten dengan sikap gentlemen politik. Sikap gentlemen politik yang dimaksud yaitu sikap untuk tidak menunggangi acara yang memang tidak disponsori oleh kedua paslon.

"Jadi dia gentlemen aja, jadi dia enggak akan  mau 'makan' itu, ini bicara soal umat maka  umat saja. Kalau itu ada maka saya kira hal yang dibilang menguntungkan Sandi ya menjadi mungkin," ujarnya.

Selain itu Muradi juga mengungkapkan bahwa aksi yang rencananya digelar di Lapangan Monas, Jakarta tersebut telah bergeser dari ruh perjuangan seperti pada 2017 lalu. Menurutnya esensi gerakan tersebut telah berhasil dicapai.

"Katakanlah memenjarakan Ahok. Itu kan salah satu esensi yang mereka mau, mau apa lagi yang dicari? Saya kira itu juga jadi pertimbangan serius," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA