Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tangkal Hoaks ke Jokowi, TKN akan Rekrut 10 Ribu Advokat

Jumat 30 Nov 2018 16:19 WIB

Red: Andri Saubani

Divestasi Saham Freeport. Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas terkait divestasi saham freeport di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/11).

Divestasi Saham Freeport. Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas terkait divestasi saham freeport di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/11).

Foto: Republika/ Wihdan
Direktorat Hukum dan Advokasi TKN mendapat tugas tingkatkan elektoral Jokowi-Ma'ruf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf menargetkan merekrut 10 ribu advokat untuk mengawal pasangan Jokowi-Ma'ruf selama kontestasi Pemilihan Presiden 2019. Jumlah itu untuk menunjukkan keseriusan advokat mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Target kami merekrut 10 ribu advokat seluruh Indonesia," ujar Direktur Hukum dan Advokasi Jokowi-Ma'ruf Ade Irfan Pulungan dalam acara deklarasi dukungan Advokat Indonesia Maju (AIM) di Rumah Aspirasi Rakyat di Jakarta, Jumat (30/11).

Ade mengatakan, rencana merekrut 10 ribu advokat itu menunjukkan Direktorat Hukum dan Advokasi TKN tidak main-main dalam mengawal pasangan Jokowi-Ma'ruf.  Dia mewakili TKN berterima kasih atas dukungan yang diberikan ratusan advokat yang tergabung dalam AIM kepada Jokowi-Ma'ruf.

"Kami di Direktorat Hukum dan Advokasi menargetkan mengawal masalah kampanye sampai dengan pencoblosan hari H, serta mengawal rekapitulasi suara," ujarnya.

Dia menekankan, seluruh upaya pendampingan hukum yang dilakukan Direktorat Hukum dan Advokasi TKN bertujuan meningkatkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf melalui perlawanan terhadap hoaks dan fitnah.

"Masalah hukum seperti fitnah, ujaran kebencian, hoaks, begitu banyak terjadi kepada Pak Jokowi-Ma'ruf. Saya mendapatkan tugas dari pimpinan TKN agar bagaimana kerja hukum meningkatkan elektoral agar semakin lebih baik," kata dia.

Dia mengatakan, berdasarkan data, ada sembilan juta orang yang masih percaya terhadap isu yang selama ini mendera Jokowi. Jumlah sembilan juta orang itu cukup banyak jika dikonversikan dalam bentuk elektoral suara.

"Tugas kita melakukan klarifikasi tentang kondisi sebenarnya, juga tentang capaian-capaian yang sudah dilakukan Pak Jokowi," kata dia.

Ade Irfan meminta advokat pendukung Jokowi-Ma'ruf untuk tidak asal melakukan pelaporan terhadap hal-hal yang jauh dari substansi hukum.  "ola gerakan kita jangan seperti sebelah, asal melapor, tapi substansi persoalan hukumnya tidak kuat," jelasnya.

Sementara itu, Ketua AIM Sandi Ebenezer Situngkir berharap dukungan yang diberikan ratusan AIM dapat mencegah dan menghentikan produksi hoaks yang dibuat lawan politik Jokowi-Ma'ruf.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA