Minggu, 13 Syawwal 1440 / 16 Juni 2019

Minggu, 13 Syawwal 1440 / 16 Juni 2019

Gerindra Percaya pada Hasil Survei Internal

Kamis 29 Nov 2018 16:18 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Muhammad Hafil

Pembekalan Relawan Prabowo-Sandi. Capres Nomer Urut 02 Prabowo menyampaikan sambutan pada pembekalan relawan Prabowo-Sandi di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11).

Pembekalan Relawan Prabowo-Sandi. Capres Nomer Urut 02 Prabowo menyampaikan sambutan pada pembekalan relawan Prabowo-Sandi di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11).

Foto: Republika/ Wihdan
Gerindra mengklaim survei internalnya ilmiah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tinggal hitungan bulan tapi elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih tertinggal dari pejawat Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Itu berdasarkan hasil survei terbaru dari Median, Prabowo-Sandiaga hanya mampu memperoleh elektabilitas 35.5 persen dan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebesar 47.7 persen.

Namun Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Sodik Mudjahid mengaku tidak risau dengan hasil survei itu. Sebab, kata dia, hanya mempercayai atau berpegang pada hasil survei internal partainya atau koalisi Prabowo-Sandiaga. "Kami berpegang pada hasil survei internal kami yang ilmiah akademik dan metodologinya benar. Apalagi banyak lembaga survei di tahun politik ini," ujar Sodik Mujahid saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (28/11).

Kemudian Sodik memaparkan hasil survei internal terakhir, bahwa Prabowo-Sandiaga hanya kalah 2.8 persen dari pasangan nomor urut 01 tersebut. Hasil survei itu menunjukkan peningkatan elektabilitas Prabowo-Sandiaga yang sempat tertinggal sekitar 20 persen. Oleh karena itu, Sodik mengaku sangat optimistis Prabowo-Sandiaga bisa unggul dari pejawat.

"Masalah yang akan dihadapi kami itu bukan pada pilihan dan dukungan masyarakat, tapi potensi kecurangan, kelicikan, dan tidak independensi. Tapi kami yakin bisa menang di Pilpres 2019 ini," tambahnya.

Survei ini melibatkan sebanyak 1.200 responden dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Kemudian responden dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi di tiap provinsi dan gender. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA