Monday, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 December 2018

Monday, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 December 2018

Prabowo: Indonesia Harus Hormati Kedaulatan Australia

Kamis 22 Nov 2018 22:19 WIB

Rep: Lintar Satria Zulfikar/Idealisa Masyrafina/ Red: Bayu Hermawan

Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto memberikan paparan dalam Indonesia Economic Forum 2018 di Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto memberikan paparan dalam Indonesia Economic Forum 2018 di Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Prabowo tegaskan RI harus hargai keputusan Australia pindahkan kedutaan ke Yerusalem

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, mengatakan Indonesia menghormati kedaulatan Australia terkait pemindahan Kedubes Australia di Israel. Prabowo menekankan atas masalah Palestina Pemerintah Indonesia tidak setuju dengan kebijakan pemindahan tersebut.

Pemerintahan Joko Widodo sebelumnya sudah menegaskan sikap mereka terhadap pernyataan Perdana Menteri Scott Morisson yang ingin memindahkan kedutaan besar Australia ke Yerusalem. Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, pun segera menghubungi Canberra dan meminta konfirmasi pernyataan Morisson tersebut.

''Sebagai pendukung Palestina, tentu kami memiliki opini yang berbeda,'' kata. ''Tapi Australia juga negara merdeka dan berdaulat, jadi kami harus menghargai kedaulatan mereka.''

Politisi Gerindra, Dian Islamiati Fatwa, pekan lalu memprediksi akan ada reaksi negatif dari Indonesia bila rencana pemindahan kedutaan besar tersebut tetap dilakukan.

Marisson sendiri belum memutuskan apakah benar-benar memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Keputusan tersebut akan diumumkan pada akhir tahun. Tapi, ada kemungkinan Indonesia akan meminta jaminan dari Australia pemindahan kedutaan tidak akan dilakukan sebelum kesepakatan perdagangan bebas ditandatangani. 

 

Judul berita ini mengalami koreksi dari sebelumnya "Prabowo: Pemindahan Kedubes Australia Bukan Masalah Bagi RI". Judul ini tidak tepat. Prabowo mengaitkan pernyataan ini pada hubugan angkatan laut antara Australia dan Papua Nugini bukan pada masalah Palestina. Republika mengutip penuh berita ini dari media Australia, Brisbane Times, yang rupanya keliru melakukan translasi. Brisbane Times mengakui kesalahan translasi atas pernyataan Prabowo ini dan sudah mengganti judul dan isi beritanya. Republika sudah melakukan klarifikasi kepada pihak Prabowo sejak berita ini diturunkan pada 22 November.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES