Senin, 22 Ramadhan 1440 / 27 Mei 2019

Senin, 22 Ramadhan 1440 / 27 Mei 2019

PP Muhammadiyah Respons Amien Rais akan 'Jewer' Haedar

Rabu 21 Nov 2018 15:46 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ratna Puspita

Anwar Abbas

Anwar Abbas

Foto: RepublikaTV/Havid Al Vizki
Buya Anwar sebut anggotanya boleh bersikap, tetapi Muhammadiyah tetap netral.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas menanggapi pernyataan Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais yang menyebut akan 'menjewer' Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Menurut dia, tidak ada yang salah dengan penyataan tersebut karena Amien Rais memang tokoh sepuh Muhammadiyah. 

“Kalau beliau berkata demikian maka umumnya warga Muhammadiyah tidak akan ada yang merasa tersinggung termasuk saya yakin Pak Haedar sendiri," ujar Anwar saat dikonfirmasi, Rabu (21/11).

Pernyataan Amien Rais itu diungkapkan setelah Haedar membebaskan warga Muhammadiyah untuk memilih capres dan cawapres pada saat pemilu yang akan digelar pada 17 April 2019. Tokoh Muhammadiyah yang akrab disapa Buya Anwar ini menegaskan kembali setiap warga Muhammadiyah sudah memiliki sikap masing-masing untuk memilih capres dan cawapres pada Pilpres 2019. 

Secara organisasi, ia menegaskan, Muhammadiyah tetap netral. "Jadi yang netral itu adalah organisasinya kalau anggotanya tidak boleh tidak bersikap. Jadi pak Haedar bicara dalam ranah organisasi sementara pak amin bicara dalam ranah pribadi dari anggota Muhammadiyah," kata Buya Anwar.

Sebelumnya, Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais meminta PP Muhammadiyah bersikap pada Pemilihan Presiden 2019. Bahkan, Amien mengaku akan menjewer Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir jika lembaganya tak bersikap.

"Di tahun politik, tidak boleh seorang Haedar Nasir memilih menyerahkan ke kader untuk menentukan sikapnya di Pilpres. Kalau sampai seperti itu akan saya jewer," ujarnya di sela Tabligh Akbar dan Resepsi Milad ke-106 Masehi Muhammadiyah di Islamic Center Surabaya, Selasa (20/11) kemarin. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA