Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

PKS: Wajar Amien Minta Muhammadiyah Tentukan Sikap

Rabu 21 Nov 2018 14:28 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ratna Puspita

Suhud Aliyudin

Suhud Aliyudin

Foto: ANTARA FOTO
Tahun politik ini peran elite politik dan organisasi keumatan sangat penting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pencapresan DPP Partai Keadilan Sejahtera Suhud Aliyuddin menilai wajar permintaan Amien Rais agar Muhammadiyah menentukan sikap pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Menurutnya, sebagai tokoh Muhammadiyah, Amien hanya mau memastikan sikap Muhammadiyah di Pilpres 2019.

Suhud berpendapat Muhammadiyah sebagai organisasi keumatan selama ini telah mengayomi semua elemen bangsa. “Tahun politik ini peran elite politik dan organisasi keumatan sangat penting dalam menciptakan suasana politik yang damai,” kata dia kepada Republika.co.id, Rabu (21/11).

Amien, yang saat ini menjabat sebagai penasihat PP Muhammadiyah, meminta PP Muhammadiyah bersikap pada Pilpres 2019. Ini dia sampaikan dalam agenda Tabligh Akbar dan Resepsi Milad ke-106 Masehi Muhammadiyah di Islamic Center Surabaya, Selasa (20/11) lalu.

Bahkan, dalam kesempatan itu, Amien mengatakan akan menjewer Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir jika lembaganya tidak bersikap. "Di tahun politik, tidak boleh seorang Haedar Nashir memilih menyerahkan ke kader untuk menentukan sikapnya di Pilpres. Kalau sampai seperti itu, akan saya jewer," ujar dia.

Sebab, menurut Amien, bukan merupakan fatwa jika pimpinan menyerahkan ke kader soal siapa capres-cawapres 2019 yang harus dipilih. Ketua dewan kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai perlu ada ketegasan demi terwujudnya pemimpin yang sesuai harapan.

PP Muhammadiyah, kata Amien, tidak boleh diam atau tidak jelas sikapnya pada Pilpres 2019. "Sekali lagi, kalau sampai itu dilakukan maka akan saya jewer. Pemilihan Presiden ini menentukan satu kursi dan jangan sampai bilang terserah," kata Ketua MPR RI periode 1999-2004. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA