Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Ogah Bawa Handphone, Megawati Takut Disadap

Kamis 15 Nov 2018 19:40 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andri Saubani

Pembukaan Pembekalan Caleg. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan paparan pada Pembukaan Pembekalan Caleg DPR RI Gelombang 3 di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis (15/11).

Pembukaan Pembekalan Caleg. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan paparan pada Pembukaan Pembekalan Caleg DPR RI Gelombang 3 di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis (15/11).

Foto: Republika/Wihdan
Megawati lebih memilih meminjam telepon genggam orang lain untuk berkomunikasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri mengaku enggan memiliki atau membawa telepon genggam (HP). Keengganan itu, ungkap Megawati, lantaran dirinya takut akan disadap oleh pihak-pihak tertentu.

"Makanya saya gak punya HP, saya lebih baik pinjam telepon orang, karena kan belum tentu telepon dia itu disadap," kata Megawati saat memberikan pembekalan terhadap 120 peserta calon anggota legislatif (caleg) PDIP tahap ketiga di Jakarta, Kamis (15/11).

Ketua Umum PDIP ini mengaku sebagai tokoh yang kerap menjadi korban penyadapan. Dia mengatakan, penyadapan terhadap dirinya bisa datang tidak hanya dari satu pihak saja. Bahkan, Megawati kemudian menyinggung institusi bekas tempat Johan Budi berada.

"Itu tempatnya pak Johan Budi itu ikut menyadap," kata Megawati lagi.

Johan Budi diketahui merupakan bekas Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Johan kini menjadi calon legislatif PDIP pada Pileg 2019 nanti di daerah pemilihan (Dapil) Jatim VII.

Kendati, Megawati mengaku, kerap disindir oleh cucunya lamtaran tak memiliki telepon genggam. Dia mendapat ejekan gaptek (gagap teknologi) oleh cucunya itu.

Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, 120 caleg bersama 450 caleg lainnya digembleng mulai dari aspek ideologi Pancasila, sejarah kemerdekaan bangsa hingga strategi pemenangan pemilu berdasarkan gotong royong.

"Kemudian door to door dan juga komunikasi politik yang efektif untuk menyosialisasikan keberhasilan Pak Jokowi dan juga visi misi Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA