Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

KPU tak Abaikan Putusan MA

Rabu 14 Nov 2018 21:43 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Muhammad Hafil

Gerakan Melindungi Hak Pilih. Ketua KPU Arief Budiman  menyampaikan sambutan sebelum peresmian Gerakan Melindungi Hak Pilih di Jakarta, Jumat (5/10).

Gerakan Melindungi Hak Pilih. Ketua KPU Arief Budiman menyampaikan sambutan sebelum peresmian Gerakan Melindungi Hak Pilih di Jakarta, Jumat (5/10).

Foto: Republika/ Wihdan
Putusan MA berbeda dengan putusan MK sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan pihaknya tidak akan mengabaikan putusan Mahkamah Agung (MA) tentang uji materi PKPU Nomor 26 Tahun 2018. KPU hanya mencari cara supaya tidak salah dalam menindaklanjuti putusan itu.

"Kami tidak mengabaikan (putusan MA). Kami tidak akan mengabaikan putusan siapapun atau fakta hukum siapapun," ujar Arief kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

Hanya saja, lanjut Arief, KPU hanya mencari teknis untuk menindaklanjuti putusan itu. Sebab, putusan MA tentang uji materi syarat pencalonan anggota DPD itu berbeda dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sebelumnya.

"Kami hanya melihat nanti bagaimana pelaksanannya," tambah Arief.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, mengatakan KPU tetap bisa melaksanakan putusan MA dan juga putusan MK. Pemberlakuan putusan MK itu nantinya diterapkan dengan mengubah keberlakuan keharusan mundur dari parpol sebagai syarat pelantikan calon terpilih.

"Jika calon anggota DPD yang juga pengurus parpol ingin dilantik, maka persyaratannya adalah bukti dia sudah mengundurkan diri dari pengurus parpol. Ini bisa berlaku karena MK sudah jelas mengatakan putusannya berlaku sejak 2019. Artinya semua produk anggota DPD hasil pemilu 2019 tidak boleh ada yang pengurus parpol," ujar Titi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA