Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Wasekjen Demokrat Nilai Pernyataan Muzani Tendensius

Rabu 14 Nov 2018 22:58 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andri Saubani

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menjawab pertanyaan wartawan sebelum melakukan pertemuan dengan Sekjen Demokrat, Sekjen PKS, dan Sekjen PAN di Jakarta, Rabu (1/8).

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menjawab pertanyaan wartawan sebelum melakukan pertemuan dengan Sekjen Demokrat, Sekjen PKS, dan Sekjen PAN di Jakarta, Rabu (1/8).

Foto: ANTARA FOTO
Ahmad Muzani dinilai Demokrat menyeret AHY kepada persoalan yang tidak produktif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrat merespons pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani yang menyinggung janji Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mengkampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Unobelum terlaksana. Juru bicara Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Putu Supadma Rudana menyebut pernyataan Muzani tidak dijelaskan secara utuh.

"Sekjen Partai Gerindra memberikan informasi yang tidak utuh, tendensius dan menyesatkan publik serta berusaha menyeret Komandan Kogasma PD pada persoalan yang tidak produktif," kata Putu dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (14/11).

Putu menjelaskan, pada pertemuan Prabowo-Sandiaga dengan SBY dan AHY di kediaman SBY pada 12 September 2018 lalu, memang Sandiaga menjanjikan banyak hal. Salah satunya meminta kesediaan AHY untuk ikut safari dengan Prabowo-Sandiaga.

Namun, Putu menyebut hingga kini tidak ada kejelasan dari pihak Sandiaga terkait janji tersebut. "Mas AHY menyanggupi tetapi tidak ditentukan waktunya kapan. Hingga hari ini, Mas Sandiaga Uno bukan hanya tidak ada itikad baik untuk menepati janji-janjinya itu, tetapi juga tidak pernah melakukan komunikasi lagi dengan Mas AHY," kata Putu.

Padahal, kata Putu, keseriusan AHY untuk membantu pasangan Prabowo-Sandiaga sudah dibuktikan dengan kesediaan menjadi Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Ia justru mempertanyakan keseriusan Sandiaga untuk berjuang bersama dalam pemenangan.

Sebab, Putu mengungkap, hingga saat ini belum pernah ada pertemuan Dewan Pembina BPN. "Seberapa serius Mas Sandiaga Uno berjuang untuk menang ketika duduk bersama antara para Anggota Dewan Pembina saja tidak pernah dilakukan, sehingga tidak jelas siapa akan berbuat apa," ujar Anggota Komisi X DPR tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat tersebut menyebut AHY terbiasa bertindak dengan perencanaan yang matang sebelum eksekusi di lapangan. "Beliau meyakini, persiapan yang baik adalah 50 persen kemenangan. Di sisi lain, saat ini Mas AHY juga tengah sibuk turun ke lapangan guna mengonsolidasikan suara Partai Demokrat," ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut hubungan Gerindra dan Partai Demokrat berjalan baik. Namun, Muzani menyinggung janji SBY untuk melakukan kampanye untuk Prabowo dan Sandi.

"Pak SBY juga berjanji akan melakukan kampanye untuk Prabowo dan Sandi, walaupun sampai sekarang belum terjadi," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (13/11).

Selain itu, ia juga menyinggung janji kesediaan AHY untuk safari politik dengan pasangan nomor urut 02 tersebut belum dapat terlaksana. "Kemudian Pak AHY juga berapa kali akan mengikuti perjalanan Prabowo atau Pak Sandi tapi jadwalnya belum pas. Sudah beberapa kali janjian tapi kemudian belum pas. Pada waktu yang ditentukan kemudian ternyata AHY ada jadwal lain," kata Wakil Ketua BPN tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA