Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Diprediksi Unggul, Pengamat Beberkan Kelebihan PDIP

Selasa 13 Nov 2018 19:09 WIB

Rep: Agus Raharjo/ Red: Nashih Nashrullah

Massa PDIP Perjuangan. (ilustrasi)

Massa PDIP Perjuangan. (ilustrasi)

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Keunggulan ini pula yang membuat PDIP optmis sukses di pemilu mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Guru Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga Surabaya Bagong Suyanto kembali memprediksikan keunggulan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDIP dalam Pemilu 2019 mendatang. 

Bagong menambahkan, sebagai partai yang lebih lama berdiri dan memiliki akar kultural di tingkat massa, PDI-P diprediksi masih belum bisa disusul Gerindra. 

“Dibandingkan partai politik lain, PDI-P hingga saat ini memiliki sejumlah keunggulan yang membuat partai pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin ini diprediksi memiliki elektabilitas tertinggi,” kata dia dalam keterangannya kepada Republika.co.id di Jakarta, Selasa (13/11).  

Di antara keunggulan tersebut, ungkap dia, sebagai partai yang dikenal memiliki kepedulian terhadap nasib wong cilik, PDI-P memiliki pendukung tersendiri yang sebagian besar berasal dari kelas masyarakat menengah ke bawah. 

Dia menyebutkan, berbagai program dan jargon yang selama ini dikembangkan Jokowi sebagai kader PDI-P, seperti program blusukan ke berbagai pasar rakyat, dengan ditambah lagi citra Jokowi yang dikenal bersahaja, diakui atau tidak menjadi nilai plus tersendiri. 

Keungulan lainnya, papar dia,  sebagai partai yang dikenal mendukung semangat multikultural, bagi sebagian besar masyarakat yang tidak menginginkan Indonesia terlalu konservatif apalagi menjadi negara khilafah,  PDI-P memiliki nilai plus tersendiri. 

Meski dia menilai sikap yang dipilih PDI-P ini seringkali berisiko mereka harus berseberangan dengan kelompok Islam konservatif, dan Islam garis keras. “Tetapi citra sebagai “partai abangan” memiliki penggemar tersendiri di mata sebagian masyarakat,” tutur dia. 

Faktor keunggulan selanjut, kata dia, sebagai partai yang identik dengan figur Bung Karno, PDI-P umumnya memiliki konstituen loyal, bahkan fanatik. 

Menurut Bagong, di sejumlah daerah, sudah bukan rahasia lagi jika PDI-P memiliki pendukung yang fanatik, yang tidak peduli apapun yang terjadi, yang penting mereka adalah orang-orang yang secara ideologis dan kultural merasa menjadi bagian dari keluarga besar Bung Karno.  

Dia menambahkan, dalam menghadapi Pilpres 2019, strategi Jokowi menggandeng Ma’ruf Amin adalah amunisi tambahan bagi PDI-P dan partai koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin untuk makin memperluas basis dukungannya.

“Kehadiran Ma’ruf Amin, jelas akan menjadi nilai plus tersendiri untuk menambah dukungan suara dari kelompok santri NU dan umat Islam lain,” kata dia. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA