Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Pengamat: Kader PKS di Jawa Barat bisa Jadi 'Ancaman'

Ahad 11 Nov 2018 12:50 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Muhammad Hafil

Massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pemilu serentak bisa memecah kinerja kader partai.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Firman Manan menilai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki basis massa yang besar di Jawa Barat. Kader partainya pun terbilang militan dalam upaya pemenangan pemilu.

Firman mengatakan kader PKS yang militan inilah yang harus diwaspadai pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Apalagi jika Jokowi - Ma'ruf Amin menargetkan kemenangan suara di Jawa Barat.

"Tentu ini (kader PKS) harus diwaspadai. Karena PKS merupakan salah satu partai yang kadernya tingkat militansinya tinggi. Mesin partainya terbilang bergerak efektif," kata Firman saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (11/11).

Ia mencontohkan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 yang lalu, suara pasangan yang diusung PKS tercatat cukup tinggi. Padahal awalnya pasangan tersebut tidak diunggulkan. Namun pada hasil akhir menunjukkan PKS bergerak secara penuh untuk memenangkan calonnya.

Hal inilah yang dikatakannya harus diwaspadai tim pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin. Apalagi basis massa PKS di Jawa Barat juga besar.

Meski demikian, ujar dia, Pilpres yang bersamaan dengan Pemilihan Legislatif (Pileg) ini juga bisa berpotensi memecah kinerja kader partai. Sebab, banyak kader yang fokus pada kemenangan di tingkat legislatif. Kondisi ini dilihatnya yang saat ini terjadi di internal PKS jelang Pemilu 2019.

"Kelihatannya PKS masih lebih fokus untuk pemenangan di Pilegnya. Mungkin saja karena PKs tidak punya wakil sebagai Capres ataupun Cawapres. Dua-duanya dari Gerindra," ujarnya.

Menurutnya dengan tidak adanya sosok dari kader PKS yang menjadi capres arau cawapres berpengaruh pada kondisi psikologis kader. Sehingga tidak bekerja maksimal dalam pemenangan.

"Buat apa dukung kalau nggak ada wakilnya," ucapnya.

Ia menambahkan jika mesin partai dan kader PKS masih solid bekerjasama dengan partai koalisi lainnya, maka suara di Jawa Barat masih memungkinkan diraih pasangan Prabowo - Sandiaga Uno. Serta konflik-konflik internal yang bisa diredam sehingga fokus dalam aktivitas pemenangan.

Namun, jika kinerja kader tidak optimal maka bisa menjadi keuntungan bagi Jokowi - Ma'ruf Amin. Dengan bantuan sosok berpengaruh di Jawa Barat maka kemenangan bisa diraih di tanah pasundan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA