Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

Kiai Ma'ruf Nilai Jokowi tak Pernah Melakukan Pencitraan

Sabtu 10 Nov 2018 21:30 WIB

Red: Bayu Hermawan

KH Ma'ruf Amin hadiri deklarasi Barisan Nusantara. Kelompok ini mendeklarasikan diri sebagai pendukung Jokowi-Maruf di Pilpres 2019. Jakarta, Sabtu (10/11).

KH Ma'ruf Amin hadiri deklarasi Barisan Nusantara. Kelompok ini mendeklarasikan diri sebagai pendukung Jokowi-Maruf di Pilpres 2019. Jakarta, Sabtu (10/11).

Foto: Republika/Muslim AR
Kiai Ma'ruf menilai, tudingan Jokowi hanya melakukan pencitraan adalah berlebihan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 1 KH. Ma'ruf Amin mengatakan, Presiden RI Joko Widodo tidak pernah melakukan pencitraan terhadap publik. Kiai Ma'ruf menilai, tudingan Jokowi hanya melakukan pencitraan adalah tudingan berlebihan.

"Saya kira Pak Jokowi itu bekerja, bekerja, dan bekerja. Dari kerja itu lahir citra bagus, jadi konsekuensi saja," kata Ma'ruf Amin di Jakarta, Sabtu (10/11).

Pernyatan Ma'ruf menanggapi pernyataan pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab yang meminta Jokowi tidak hanya fokus melakukan pencitraan, tetapi penegakan hukum secara adil.

Ma'ruf menekankan bahwa niat Presiden semata-mata membangun kesejahteraan masyarakat. Jika citra positif muncul akibat kinerja Presiden, hal itu tidak dapat disebut sebagai pencitraan.

"Kerjanya itu yang menimbulkan ada citra yang bagus," katanya.

Baca juga: Puan Klaim Kesejahteraan Meningkat di Pemerintahan Jokowi

Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani mengatakan pemerintah sangat berpihak kepada masyarakat tidak mampu. Menurutnya, berbagai kebijakan dan program Pemerintahan Presiden Joko Widodo terus dilaksanakan di semua sektor dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

Puan  menegaskan selama pemerintahan Presiden Jokowi kesejahteraan masyarakat meningkat. Hal ini dapat dilihat dari semakin menurunnya angka kemiskinan bahkan mencapai 1 digit. Penurunan angka kemiskinan, berdasarkan data, salah satunya karena faktor Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini memilih ibu-ibu sebagai penerima manfaat program karena lebih teliti dan  peduli dengan keluarga.

Begitu pula dengan penerima KIP meningkat dari 11 juta pada 2014 menjadi 19,7 juta pada 2018. Selain itu, penerima KIS juga meningkat dari 86,4 juta pada 2014 menjadi 92,4 Juta pada 2018.

Puan juga memaparkan Indonesia telah sukses dalam penyelenggaraan dan prestasi Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Asian Games 2018. Indonesia berada di peringkat 4, dengan medali emas 31. Di Asian Para Games 2018 Indonesia berada diperingkat 5, dengan medali emas 37. Prestasi tertinggi selama keikut sertaaan Indonesia dalam Asian Games dan Asian Para Games.

Kesuksesan  pelaksanaan Asian Games dan Asian Para Games di era pemerintahan presiden Jokowi memberi dampak positif tumbuhnya olahraga di Indonesia. Bahkan banyak negara yang menanyakan bagaimana Indonesia itu bisa sukses  Asian Games dan Asian Para Games.

"Satu acara besar yang menyatukan kita sebagai satu Indonesia. Di situlah bukti  rasa nasionalisme, rasa cinta  kita pada Indonesia," ujarnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES