Jumat, 19 Ramadhan 1440 / 24 Mei 2019

Jumat, 19 Ramadhan 1440 / 24 Mei 2019

SBY: PDIP dan Gerindra Paling Diuntungkan di Pemilu 2019

Sabtu 10 Nov 2018 12:01 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Nur Aini

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberi sambutan dalam pembekalan calon anggota DPR Partai Demokrat di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (10/11).

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberi sambutan dalam pembekalan calon anggota DPR Partai Demokrat di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (10/11).

Foto: Fauziah Mursid/Republika
Suara partai politik yang tidak memiliki capres dan cawapres diprediksi menurun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut PDIP dan Partai Gerindra sebagai partai yang paling diuntungkan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Sebab, SBY menilai kedua partai tersebut memiliki calon presiden yang berasal dari kader partai tersebut.

Baca Juga

Menurutnya, itu konsekuensi dari Pemilu 2019 yang pemilihan legislatif dan pemilihan presiden berlangsung serentak.

"Survei membuktikan saat ini bahwa partai politik yang punya capres sangat diuntungkan. Contohnya PDI-P dengan Pak Jokowi sebagai capres kader partai itu dan Gerindra dengan Pak Prabowo sebagai capres kader Gerindra," ujar SBY saat memberi sambutan dalam pembekalan calon anggota legislatif (caleg) DPR RI di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, (10/11).

Menurutnya, suara PDIP dan Partai Gerindra dapat meningkat tajam di Pemilu 2019 dengan adanya capres dari kadernya sendiri. Sebaliknya, partai politik yang tidak punya capres dan cawapres suaranya akan menurun di Pemilu 2019.

Meskipun Partai Demokrat tergabung dalam koalisi mendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tidak kemudian membuat partainya memiliki keuntungan suara. Hal itu diungkapkan presiden keenam RI tersebut juga sebagai tantangan berat pertama yang dihadapi Partai Demokrat di Pemilu 2019.

"Sebaliknya partai politik yang tidak punya capres dan cawapres suaranya menurun. Anjlok, itu realitas," ujar SBY.

Tantangan kedua, kata SBY, partainya dihadapkan dengan metode penghitungan suara sainte lague murni yang dianggap merugikan partai-partai kecil. Menurut SBY, itu menguntungkan partai besar seperti PDIP dan Partai Gerindra.

"Kembali kemungkinan perolehan perolehan PDIP bersama Pak Jokowi dan Gerindra bersama Pak Prabowo juga makin diuntungkan. Itu juga tercermin dari survei saat ini. Itu juga realitas," ungkapnya.

Sedangkan faktor tantangan terberat ketiga, Partai Demokrat masih berpandangan bahwa ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) 20 persen adalah keliru karena mengacu pada suara pemilu lima tahun lalu.Itu juga yang menutup kesempatan partai dengan suara lebih kecil memajukan kadernya menjadi capres dan cawapres.

"Itulah faktanya para kader, dan itulah tantangan yang kita hadapi. Namun Demokrat tidak boleh melawan realitas, Dont fight the problem (lari dari masalah), Let Solving (mari kita carikan jalan keluarnya)," ujar SBY.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA