Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Dituding Terlibat Penangkapan HRS, Ini Jawaban BIN

Kamis 08 Nov 2018 20:48 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Muhammad Hafil

Badan Intelijen Negara

Badan Intelijen Negara

Foto: Bin.go.id
Saudi adalah negara berdaulat yang tak bisa diintervensi Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Intelijen Negara (BIN) menyatakan tidak terlibat  penangkapan Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi. BIN menganggap, tuduhan mengganggu HRS adalah tidak benar.

"Apalagi menuduh bahwa anggota BIN mengontrak rumah di dekat kontrakan HRS, memasang bendera maupun mengambil CCTV. Semua hanya pandangan sepihak," kata Juru Bicara BIN, Wawan Hari Purwanto, dalam keterangan pers, Kamis (8/11).

Wawan mengatakan, tuduhan pemasangan bendera Tauhid di tembok juga tidak ada bukti bahwa yang memasang adalah BIN, apalagi memfoto kemudian lapor ke Polisi Saudi. BIN justru menghendaki agar masalah cepat selesai dan tuntas, sehingga tidak berkepanjangan dan berakibat pada berkembangnya masalah baru, apalagi di luar negeri, dimana sistem hukum dan pemerintahannya berbeda.

BIN, kata Wawan, bertugas melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia termasuk HRS. Sehingga, lanjut dia, tidak benar jika ada anggapan bahwa HRS adalah musuh

"Semua adalah anak bangsa yang masing-masing memiliki pemikiran yang demokratis yang wajib dilindungi. Jika ada sesuatu yang kurang pas wajib diingatkan," ujar Wawan.

Wawan menjelaskan, Saudi adalah negara berdaulat yang tidak bisa diintervensi oleh Indonesia. Operasi intelijen di negara lain  adalah dilarang. Mereka bisa dipersona non grata atau dideportasi atau bahkan dijatuhi hukuman sesuai dengan UU yang berlaku di negeri itu. "Tidak benar ada dendam politik," kata Wawan menegaskan.

BIN menyatakan tidak pernah mempermasalahkan aliansi politik HRS. Itu hak seseorang dan sah-sah saja. BIN ingin agar anak bangsa ini tidak terpecah karena beda pandangan. Perbedaan adalah memperkaya khasanah kebangsaan dan bukan alasan untuk terpecah.

"Bagi BIN tidak mengenal istilah kriminalisasi, semua warga negara memiliki hak dan kewajiban serta kedudukan yang sama di depan hukum," ujar Wawan.

BIN pun menyatakan selalu siap membantu HRS, sebagaimana Kedubes RI juga siap membantu jika HRS dalam kesulitan,  termasuk  memberikan jaminan atas pelepasan HRS ."Jadi tuduhan bahwa BIN merekayasa penangkapan HRS oleh Polisi Saudi adalah hoaks," kata Wawan menutup. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES