Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Jokowi Yakin Menang di Banten

Ahad 04 Nov 2018 17:45 WIB

Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo (tengah) membeli tempe saat meninjau Pasar Anyar, Tangerang, Banten, Ahad (4/11).

Presiden Joko Widodo (tengah) membeli tempe saat meninjau Pasar Anyar, Tangerang, Banten, Ahad (4/11).

Foto: Antara/ Puspa Perwitasari
Jokowi mendapat dukungan dari Keluarga Besar Tubagus Chasan Sochi.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) yakin dapat menang di Banten pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Jokowi bersama dengan Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada Sabtu (3/11) mendapat dukungan dari Keluarga Besar Tubagus Chasan Sochi.

"Posisi kita di mana. Posisi terakhir kira-kira tiga minggu lalu hasil survei di Banten kita kalah 9 persen, perlu kerja keras kita semuanya. Saya insya Allah survei lagi Desember, saya yakini sudah berubah karena sudah ada kesanggupan-kesanggupan dari keluarga besar Tubagus Chasan Sochi," kata Jokowi, dalam Konsolidasi Tim Kampanye Daerah, Koalisi Indonesia Kerja Provinsi Banten, di ICE Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Ahad (4/11).

Keluarga Besar Tubagus Chasan Sochi yang mendukung Jokowi, antara lain adalah Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Jokowi mengakui bahwa menurut survei internalnya, dukungan masyarakat desa kepada dirinya dan Ma'ruf Amin tidak goyah setahun belakangan.

"Keluarga besarnya bertekad nanti pertengahan Desember survei hasilnya akan berubah. Di sini juga memiliki semangat yang sama, insya Allah Desember nanti berubah karena para ulama, kiai siap menyampaikan tekad yang sama karena kita tahu Calon Wapres Ma'ruf Amin adalah putra asli provinsi ini," ujar Jokowi.

Jokowi pun membantah sejumlah isu yang menerpa dirinya misalnya melakukan kriminalisasi ulama dan anti-Islam selama menjabat sebagai Presiden 2014-2019. Ia pun meminta agar politik harus dilakukan secara beretika.

"Saya tiap hari keluar masuk pesantren, tidak tahu berapa ratus berapa ribu pesantren yang saya masuki, kok di balik-balik begitu. Sekarang cawapresnya sudah topnya ulama, Prof Ma'ruf Amin Ketua MUI, tapi sekarang sudah tidak ada yang berani bicara tadi. Saya tanya yang dikriminalisasi yang mana. Kalau ada yang bermasalah dengan hukum itu wilayahnya hukum, wilayah polisi, sabar-sabar," ungkap Jokowi sambil mengelus dada.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA