Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

80 Pengurus PKS Banyumas Nonaktif, Ini Penilaian Pengamat

Rabu 24 Oct 2018 14:08 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andri Saubani

Kampanye PKS,ilustrasi

Kampanye PKS,ilustrasi

Foto: Nunu/Republika
Banyak pengurus PKS Banyumas yang nonaktif adalah kader senior.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai langkah nonaktif sejumlah pengurus DPD PKS Banyumas membuktikan bahwa soliditas PKS tengah digerogoti. Kendati demikian menurutnya konflik tersebut tidak akan mempengaruhi soliditas PKS dalam mendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno.

"PKS akan tetap solid dan militan memperjuangkan capres nomor 02 itu mengalahkan Jokowi," kata pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah tersebut saat dihubungi Republika, Rabu (24/12).

Ia menuturkan PKS adalah tipikal partai yang loyalitas tanpa batas dalam berkoalisi. PKS juga terbiasa berjuang dalam keadaan apapun.

"Termasuk tetap solid dalam kondisi logistik tempur seadanya," ucapnya.

Ia menambahkan konflik tersebut hanya terlokalisir di internal PKS, bukan konflik soal calon yang didukung PKS. Sehingga menurutnya hal tersebut dipastikan tidak akan berpengaruh secara elektoral terhadap pasangan Prabowo - Sandiaga.

Tidak hanya itu, menurutnya sama sekali tidak ada keraguan dari para kader bahwa partai nomor urut 08 bisa lolos ambang batas parlemen. "PKS sangat terbiasa menghadapi turbulensi politik. Dan mereka yakin bahwa PKS akan lolos parliamentary threshold (ambang batas parlemen)," ujarnya.

Menjelang Pemilu 2019, soliditas PKS Banyumas justru terpecah. Hal ini ditandai dengan pernyataan sejumlah pengurus DPD PKS Banyumas yang menyatakan nonaktif dari partai.

"Mulai hari ini, kami menyatakan diri nonaktif dari aktivitas partai. Bila dalam waktu sebulan tidak ada perbaikan sikap pengurus inti partai, maka maka kami akan mengundurkan diri,'' jelas Ketua Majelis Pertimbangan DPD PKS Banyumas, Mahfulyono, Selasa (23/10).

Dalam kesempatan pertemuan dengan sejumlah wartawan, Mahfulyono yang didampingi sejumlah kader PKS lainnya, juga melepaskan jas putih atribut PKS dan meletakkannya di meja. Menurutnya, seluruhnya ada sekitar 80 orang pengurus PKS Banyumas yang menyatakan sikap nonaktif.

Bahkan dia menyatakan, kebanyakan yang menyatakan nonaktif merupakan kader PKS senior yang sudah menjadi pengurus PKS sejak PKS masih menyandang nama Partai Keadilan. "Bersama kami, ada juga dua orang kader PKS yang menjadi caleg dalam pemilu 2019. Mereka juga menyatakan diri nonaktif," jelasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA