Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Pengaruh Kiai Alasan Pesantren Dikunjungi Peserta Pilpres

Senin 22 Oct 2018 15:45 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ratna Puspita

[Ilustrasi] Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren.

[Ilustrasi] Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren.

Foto: Republika/Eric Iskandarsjah Z
Daya tarik pesantren karena kuatnya pengaruh kiai pesantren di tengah masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pesantren menjadi daya tarik dalam rangkaian momen Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 bukan karena jumlah santri yang banyak atau nama besarnya. Daya tarik pesantren karena kuatnya pengaruh kiai pesantren di tengah masyarakat.

Baca Juga

"Kiai cukup menjadi lokomotif untuk membawa suara-suara massa. Jadi pesantren itu tidak dilihat dari suara santri yang ada di dalam, tetapi pengaruh sosialnya," kata Pakar Budaya Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Sukron Kamil kepada Republika.co.id, Senin (22/10).

Sukron menambahkan, pada zaman Orde Baru, kiai kerap menjadi alat pendongkrak suara partai. Ia mencontohkan kiai Bogor Barat almarhum KH Uqon Bulqoini bahkan pernah mengakui bahwa dulu pada Orde Baru kiai sering menjadi "buldoser" untuk memperkuat suara Partai Golkar atau PPP. "Meski setelah itu ditinggalkan begitu saja," kata dia.

Bahkan, Sukron bercerita soal pengalaman di kampung halamannya, Bogor, di mana ayahnya merupakan kiai setempat. Rumahnya saat itu kerap didatangi orang Golkar agar terjadi peng-Golkar-an di kampungnya. 

Namun, ayahnya tidak bisa dipengaruhi sehingga suara Golkar di sana tidak besar. "Di desa saya, dan beberapa kampung agak susah dimasuki Golkar, karena masih ada pengaruh ayah saya dan keponakan bersama keluarga yang lain,” kata dia.

Sukron pun mengingatkan adanya istilah "rakyat itu tergantung agama rajanya". Makna raja dalam konteks kalimat ini, yaitu orang-orang yang punya pengaruh atau karisma meski tidak memiliki kekuasaan politik formal. 

Karisma ini menjadi kekuatan untuk memengaruhi pilihan masyarakat. "Dalam bahasa (Max) Weber itu memiliki karisma, yang memang kekuasaan politik formalnya enggak punya tetapi karismanya begitu berpengaruh,” kata dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta itu.

“Saya kira dalam studi sosiologi bisa dilihat dari para ahli karena agama jadi kekuatan moral, bahkan di Amerika masih memiliki pengaruh," kata Sukron menambahkan.

Dua pasang peserta Pilpres 2019, Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga tampak berlomba-lomba meraih simpati kalangan kiyai dengan mengunjungi banyak pesantren. Cawapres Ma'ruf Amin beberapa hari lalu mengunjungi Pondok Pesantren Langitan di Kabupaten Tuban, sedangkan cawapres Sandiaga beberapa waktu lalu berkunjung ke Pesantren Al-Adzkar di Tangerang Selatan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA