Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Jokowi Dielu-elukan Kepala Desa dan Lurah se-Indonesia

Jumat 19 Oct 2018 13:08 WIB

Red: Bayu Hermawan

Jokowi

Jokowi

Foto: setkab.go.id
Ribuan kepala desa dan lurah se-Indonesia berebut untuk bersalaman dengan Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Kehadiran Presiden Joko Widodo dalam Pembukaan Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna XX disambut meriah oleh ribuan kepala desa dan lurah serta perangkat pemda se-Indonesia di Kawasan Garuda Wisnu Kencana, Bali, Jumat (19/10). Ribuan peserta juga berebut ingin bersalaman dan berfoto dengan Jokowi.

"Jokowi! Jokowi! Jokowi!" teriak para peserta Temu Karya Nasional Gelar TTG XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tahun 2018 di Kawasan GWK.

Presiden Jokowi tiba di Kawasan GWK pukul 08.45 WITA. Namun, dalam perjalanannya menuju panggung acara, langkah capres nomor urut 01 tersebut terhambat oleh ribuan peserta Temu Karya Nasional yang berebut ingin bersalaman dan berfoto bersama. Akibatnya, acara yang dijadwalkan mulai pukul 09.00 WITA mundur menjadi pukul 09.25 WITA.

Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna merupakan acara tahunan, yang diselenggarakan Ditjen Bina Pemerintahan Desa (PMD) Kemendagri dan Kementerian Desa PDTT untuk mencari pencipta kreasi dan inovasi di daerah dalam pengembangan teknologi.

Acara tersebut dihadiri oleh 7.000 peserta dari perangkat desa dan kelurahan, pemerintah kabupaten, pemerintah kota, serta pemerintah provinsi se-Indonesia. Seusai membuka Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna XX, Presiden menyaksikan pameran inovasi desa dan kelurahan se-Indonesia. Pameran yang menampilkan produk-produk lokal berteknologi tepat guna tersebut berlangsung hingga Ahad (21/10) di Festival Park Kawasan GWK, Bali.

Baca juga: Jokowi: Tinggalkan Cara Kerja Manual

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh pemerintah daerah untuk meninggalkan cara kerja manual dalam sistem pemerintahannya. Presiden mengingatkan dengan adanya revolusi industri 4.0, pemerintah daerah harus mengikuti perkembangan teknologi dan menerapkannya dalam kinerja sistem pemerintahan di daerah.

"Tinggalkan hal-hal yang manual, tinggalkan. Masuk ke aplikasi sistem yang cepat, biar gampang dikontrol, yang gampang dicek," kata Presiden

Menurut Presiden, apabila pemerintah daerah tidak mengikuti perkembangan teknologi dan mengurangi kesejahteraan masyarakat di Indonesia, akan tertinggal dari negara lain. "Hati-hati, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa harus tahu dan bisa mengantisipasi ini agar kita tidak tertinggal oleh negara-negara lain dan kita tidak kalah berkompetisi dengan negara lain. Ingat (revolusi industri 4.0) ini sudah bergerak, bukan akan, (tapi) sudah bergerak," ujar Presiden menjelaskan.

Oleh karena itu, Presiden meminta seluruh aparat pemerintah daerah untuk mengikuti kecenderungan/tren perkembangan teknologi, mulai dari kecerdasan buatan (artificial intelligence), tenaga robot, big data, dan realitas maya (virtual reality).

Presiden menambahkan, dengan perkembangan revolusi industri 4.0, kecepatan pertumbuhan industri di dunia mencapai 3.000 kali lipat dari revolusi industri 1.0. "Kalau tidak tahu, kita akan tertinggal dari negara lain yang bergerak sangat cepat. Kita harus tahu cryptocurrency, bitcoin itu apa, harus tahu, sehingga manajemen pemerintahan ini dibawa ke mana, kita ngerti semuanya," ujar Presiden.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA