Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Hasto: Pidato Game of Thrones Buat Jokowi Semakin Melaju

Sabtu 13 Okt 2018 07:05 WIB

Red: Andri Saubani

Pleno Pertemuan IMF. Presiden Joko Widodo berbicara dalam sesi pleno Pertemuan Tahunan IMF - Bank Dunia Grup 2018 di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10).

Pleno Pertemuan IMF. Presiden Joko Widodo berbicara dalam sesi pleno Pertemuan Tahunan IMF - Bank Dunia Grup 2018 di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10).

Foto: Republika/ Wihdan
Pidato Games Of Thrones dibacakan Jokowi pada Pertemuan IMF-World Bank di Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, menilai pidato Games Of Thrones saat acara Plenary Session Annual Meeting IMF-World Bank di Bali, Jumat (12/10), membuat skor gagasan politik calon Presiden Joko Widodo semakin melaju ke depan. Hasto menilai pidato Jokowi itu sebagai gagasan politik berkeadaban.

"Jokowi Vs Prabowo 5:0 untuk Jokowi," kata Hasto dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Sabtu (13/10).

Menurut Hasto, pidato Presiden Jokowi di Annual Merting IMF-WB tidak hanya mendapatkan standing applaus dua kali. Tetapi, menunjukkan kualitas gagasan politik yang berkeadaban.

"Ditinjau dari gagasan, Presiden Jokowi mengedepankan kekuatan moral terhadap pentingnya tatanan dunia baru yang lebih berkeadilan dengan tawaran pentingnya kolaborasi," katanya.

Dengan kolaborasi tersebut, katanya, maka dunia secara bersama-sama mengatasi berbagai tantangan global seperti perubahan iklim, sampah plastik dan mendorong pertumbuhan yang lebih berkeadilan. "Sebab konfrontasi hanya akan menghasilkan penderitaan," ujar Hasto mengambil intisari Pidato Jokowi.

Hasto mengatakan, apa yang disampaikan Presiden Jokowi sangatlah tepat dan menunjukkan pentingnya moralitas dalam tata perekonomian global. "Berbagai nilai yang diungkap oleh Presiden Jokowi berangkat atas kritik terhadap perang dagang dan pentingnya koreksi atas ketidakadilan antara negara kaya dan miskin. Apa pun yang namanya perang mata uang dan perang dagang, hanya menghasilkan penderitaan yang mengikis kemanusiaan warga bangsa," katanya.

Hasto menilai, dengan pidato penuh pesan kenegarawanan tersebut, maka sejak pembukaan Asean Games, pengambilan nomor urut, momentum kampanye damai, sambutan pembukaan Para Games, dan pidato Games Of Thrones ini menjadikan skor Jokowi semakin melaju dibandingkan lawannya di Pilpres 2019 mendatang. Hasto berharap pidato Jokowi yang menunjukkan gagasan politik yang berkeadaban juga diikuti oleh lawan politiknya.

"Tim Pak Prabowo seharusnya memikirkan ulang bahwa strategi menyerang, hoaks, strategi menakut-nakuti, ataupun meniru model kampanye pilpres negara lain sudah selayaknya ditinjau ulang, diganti dengan kampanye ala Indonesia yang santun dan penuh kegembiraan," katanya.

Ketua TKN Erick Thohir mengatakan, melalui pidato itu, Jokowi menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin. Ia menilai, pidato Presiden sangatlah lugas. Bahkan, Jokowi mendapatkan pujian dan juga tepuk tangan dukungan dari para pimpinan pemerintahan, Pimpinan IMF, World Bank, kepala Bank Sentral, juga Menteri Keuangan dari seluruh dunia.

Ia menjelaskan, Presiden menggambarkan dengan analogi situasi dunia saat ini sama seperti cerita Game of Thrones, di mana tujuh kerajaan memperebutkan Iron of Throne. "Dengan analogi ini, Presiden Jokowi menyampaikan pesan moral kepada seluruh pemimpin dunia, bahwa kekuatan bersama itu penting untuk menghadapi ancaman global yang sedang meningkat pesat," kata Erick dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Jumat (12/10).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA