Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Demokrat: Prabowo Tiru Semangat Donald Trump

Jumat 12 Okt 2018 17:29 WIB

Rep: Bayu Adji/ Red: Muhammad Hafil

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berpidato saat mengadiri Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Jakarta, Kamis (11/10).

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berpidato saat mengadiri Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Jakarta, Kamis (11/10).

Foto: Republika/Prayogi
Make Indonesia Great Again meniru apa yang pernah disampaikan Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menilai, slogan "Make Indonesia Great Again" yang diucapkan Prabowo Subianto dalam pidatonya merupakan representasi semangatnya sebagai calon presiden (capres). Menurut dia, Prabowo serius untuk membawa Indonesia kembali berjaya di Asia, bahkan dunia.

Ia mengakui, slogan itu meniru Donald Trump dalam kampanye Pilpres di Amerika Serikat. Namun, bukan berarti Prabowo bersifat seperti Trump.

"Make Indonesia Great Again itu meniru apa yang pernah disampaikan oleh Trump pada kampanye. Sesuatu yang baik itu boleh kita tiru. Itu bagus," kata dia di Jakarta, Jumat (12/10).

Ia bahkan mengamini perkataan Prabowo. Pasalnya, Indonesia pernah pernah ditakuti di Asia dan pergaulan internasional. Namun, saat itu wibawa Indonesia seolah hilang.

Ferdinand menilai, Indonesia saat ini seperti kehilangan peran di dunia internasional. "Mungkin karena keterbarasan kapasitas, kapabilitas Pak Jokowi dalam komunitas internasional," kata dia.

Ia membandingkan Indonesia pada zaman Soeharto, yang ditakuti di Asia dan disegani dunia internasional. Hal itu, kata dia, juga diteruskan pada zaman Susilo Bambang Yudhoyono, yang tak pernah ketinggalan isu global.

Karena itu, Prabowo mengikuti semangat Trump untuk mengembalikan kejayaan Indonesia. Bukan meniru kebijakan atau cara-cara yang dilakukan Presiden Amerika Serikat itu.

"Justru ini berbanding terbalik dengan apa yg disampaikan Pak Jokowi, selalu beliau bilang merakyat. Tapi kebijakan poltik dan pemerintahnya justru liberalis," kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA