Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Soal Pidato Prabowo, Hasto: Jangan Rendahkan Martabat Bangsa

Jumat 12 Oct 2018 09:58 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Bayu Hermawan

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto

Foto: Republika/Bayu Adji P
Hasto nilai pidato Prabowo soal ekonomi kebodohan tunjukan 'kebodohan' berkampanye

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menyebut perekonomian Indonesia saat ini menganut ekonomi kebodohan. Menanggapi tudingan itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai pernyataan tersebut justru menunjukan 'kebodohan' berkampanye.

"Saya memastikan bahwa serangan Pak Prabowo ke Pak Jokowi tersebut akan menimbulkan serangan balik dari rakyat. Sebab pernyataan Pak Prabowo tersebut sama saja dengan menepuk air didulang, terpercik muka sendiri," kata Hasto dalam siaran pers pada Jumat (12/10).

Hasto mengaku tidak rela sistem ekonomi Indonesia disebut ekonomi kebodohan. Menurutnya tuduhan Prabowo yang menyebut sistem ekonomi Indonesia saat ini melebihi neo-liberal dan dikatakan ekonomi kebodohan hanyalah klaim sepihak dan tanpa dasar.

"Sejarah mencatat, bahwa reformasi lahir karena koreksi atas sistem yang otoriter dimana ekonomi kekuasaan saat itu hanya didominasi kroni Soeharto. Pak Prabowo seharusnya paham hal ini," ujarnya.

Saat itu, ujar Hasto, ekonomi kekuasaan ditopang oleh sistem otoriter. Di mana setiap ada orang-orang yang mengkritik pemerintahan Soeharto, mereka langsung dipenjara, diculik dan terkadang dimusnahkan. "Ketika terjadi krisis, sambungnya, kedaulatan negara digadaikan melalui Letter of Intent IMF," ucapnya.

Oleh karena itu selain klaim sepihak lanjut Hasto, menyebut ekonomi Indonesia ekonomi kebodohan justru semakin menunjukkan bahwa Prabowo pura-pura lupa dengan sejarah. Kemudian menimpakan hal tersebut sebagai kesalahan Presiden saat ini, Joko Widodo.

"Padahal dari aspek elementer saja, Pak Prabowo tidak bisa membedakan antara penganiayaan dan operasi wajah. Inilah contoh dari kebodohan itu sendiri," sindirnya.

Hasto menambahkan, sebagai seorang calon presiden yang akan berlaga pada Pilpres 2019 harusnya dapat menyampaikan narasi positif untuk Indonesia. Bukan justru merendahkan martabat bangsa dan rakyatnya sendiri, dengan membodoh-bodohkan sistem ekonomi bangsa sendiri.

"Bagi kami, banteng-banteng PDI Perjuangan, konsepsi ekonomi Pak Jokowi justru mencerdaskan bangsa. Hanya orang-orang yang tertutup mata hatinya yang melihat segala sesuatu dari perspektif negatif," ucapnya.

Sebelumnya Prabowo berujar bahwa sistem ekonomi yang diterapkan Indonesia saat ini bukan lagi ekonomi ala neoliberal namun economics of stupidity atau ekonomi kebodohan. Hal tersebut diungkapkan Prabowo dalam pidatonya  di sebuah acara di Jakarta pada Kamis (11/10) kemarin.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA