Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Hasto: Bangun Infrastruktur dengan Masif Bukan Kebodohan

Jumat 12 Oct 2018 05:51 WIB

Red: Ratna Puspita

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
'Hanya orang yang tertutup mata hatinya yang melihat dari perspektif negatif.'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan tindakan pemerintahan Presiden Joko Widodo membangun infrastruktur secara masif bukanlah kebodohan. Ia mengatakan berbagai program pemerintah merupakan kebijakan ekonomi yang mencerdaskan bangsa. 

Hasto menyebut program-program pemerintah lainnya, yakni jaminan sistem kesehatan nasional, sertifikasi tanah rakyat, program kerakyatan melalui Kartu Indonesia Sehat dan Indonesia Pintar. Pengambilalihan Freeport, Blok Rokan, dan Blok Mahakam, dan berbagai prestasi lainnya.

Baca Juga

"Bagi kami, banteng-banteng PDI Perjuangan, konsepsi ekonomi Pak Jokowi justru mencerdaskan bangsa. Hanya orang-orang yang tertutup mata hatinya yang melihat segala sesuatu dari perspektif negatif," kata Hasto yang juga sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (11/10).

Hal ini diungkapkan Hasto menanggapi pidato Prabowo saat Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menyebut sistem perekonomian saat ini sebagai ekonomi kebodohan. "Ini menurut saya bukan ekonomi neolib lagi, ini lebih parah dari neolib. Ini menurut saya ekonomi kebodohan. The economics of stupidity. Ini yang terjadi," kata Prabowo.

Prabowo juga menganggap konsep neoliberal baik saat Indonesia masih di bawah payung rezim Orde Baru atau saat dirinya masih menjadi tentara. "Lihat saja yang kaya sedikit dahulu, nanti lama-lama akan menetes ke bawah kekayaan itu. Trickle down katanya. Ternyata yang kaya tambah kaya. Enggak trickle trickle. Netesnya netes tik tik tik. Tidak turun," kata Prabowo.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA