Tuesday, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 December 2018

Tuesday, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 December 2018

Waketum Gerindra Bangga Jika Prabowo Seperti Donald Trump

Kamis 11 Oct 2018 20:30 WIB

Red: Bayu Hermawan

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berpidato saat mengadiri Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Jakarta, Kamis (11/10).

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berpidato saat mengadiri Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Jakarta, Kamis (11/10).

Foto: Republika/Prayogi
Arief pun mengaku bangga jika punya presiden seperti Donald Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan, pernyataan Prabowo Subianto yang menyebutkan "Make Indonesia Great Again", diartikan kedepankan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakannya. Arief pun mengaku bangga jika punya presiden seperti Donald Trump.

Baca Juga

"Saya bangga kalau Presiden kita seperti Donald Trump. Misalnya Prabowo seperti Donald Trump gitu, mengedepankan rakyatnya dahulu karena buat apa kita memikirkan negara lain kalau negara kita masih susah," kata Arief di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/10).

Hal itu dikatakannya menanggapi pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang ingin mewujudkan "Make Indonesia Great Again", yang dikatakannya di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada Kamis.

Arief melihat Donald Trump sebagai sosok yang hebat karena mengedepankan negara dan bangsanya sehingga melakukan perang dagang dengan China dengan cara memproteksi industri Amerika. Dia menilai kebijakan Trump tidak mengobarkan perang dan tidak menginvansi negara lain dengan kekuatan militernya.

"Setahu saya panutan Prabowo pertama adalah Deng Xiaoping, saya tidak tahu kalau Donald Trump. Dia kalau pidato selalu mengatakan Xiaoping itu adalah the great, orang yang hebat, iya dong mengubah Cina menjadi besar," katanya.

Namun dia memastikan gaya kampanye Trump di Pilpres Amerika Serikat tidak akan ditiru Prabowo karena perbedaan budaya dua negara. Dia mencontohkan, Trump pernah mengatakan She's devil kepada Hillary Clinton dan kalau itu diterapkan di Indonesia akan terkena pasal ujaran kebencian.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto mempertanyakan mengapa tidak ada pemimpin Indonesia yang berani berbicara lantang seperti presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memiliki semboyan "America First dan "Make America Great Again".

Hal itu dikatakannya saat berpidato dalam acara Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin di Pondok Gede, Jakarta, Kamis (11/10).

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES