Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Kubu Jokowi: PA 212 Harusnya Nonton Asian Para Games Saja

Rabu 10 Oct 2018 13:25 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha, Rahma Sulistya/ Red: Andri Saubani

Massa pendukung Amien Rais dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 mendatangi gedung Polda Metro Jaya, Rabu (10/10) pagi. Wakil Ketua Umum PA 212 Asep Syaripudin memimpin orasi.

Massa pendukung Amien Rais dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 mendatangi gedung Polda Metro Jaya, Rabu (10/10) pagi. Wakil Ketua Umum PA 212 Asep Syaripudin memimpin orasi.

Foto: Republika/Dedy D Nasution
Massa PA 212 hari ini mengawal pemeriksaan Amien Rais di Polda Metro Jaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris tim pemenangan pasangan calon presiden wakil presiden Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, melontarkan guyonan atas pengawalan yang dilakukan terhadap Amies Rais saat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Amien diketahui mendapat kawalan dari 300 orang Persaudaraan Alumni (PA) 212.

"Kalau rombongan Pak Amien Rais 300, harusnya nonton Asian Para Games 2018 saja," kata Hasto di Jakarta, Rabu (10/10).

Hasto mengatakan, Amien tak perlu takut jika merasa dirinya benar. Dia melanjutkan, kawalan itu sebenarnya merupakan hal yang tidak perlu dilakukan.

Dia mengimbau, Amien Rais seharusnya mengikuti proses hukum yang berjalan di Indonesia. Menurut Hasto, hal itu akan menjadi bentuk keteladanan seorang pemimpin di dalam menjalankan kewajiban hukumnya.

Pemeriksaan Amien Rais di Polda Metro Jaya rencananya mendapat pengawalan massa dari Persaudaraan Alumni 212. Mereka mengaku jika kawalan itu merupakan bentuk penghormatan PA 212 kepada Amien Rais. Ketua Dewan Kehormatan PAN itu diperiksa sebagai saksi terkait kasus penyebaran kabar bohong Ratna Sarumpaet.

Menurut Hasto, proses hukum Amien Rais seharusnya dihindarkan dari proses tekanan-tekanan publik. Dia mengatakan, warga harus percaya pada sistem hukum negara yang sekaligus menunjukkan tingkat kenegarawanan seseorang di dalam menempuh proses hukum itu.

"Jadi, sebaiknya terhadap hal-hal tersebut kita percaya pada aparat penegak hukum dan hukum harus ditegakkan dengan prinsip-prisnip keadilan atas dasar nilai-nilai kemanusiaan terhadap mekanisme hukum guna menegakkan kebenaran di atas kebenaran itu," kata Hasto

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Raja Juli Antoni juga mempertanyakan alasan pengawalan PA 212 terhadap pemeriksaan Amien Rais di Polda Metro Jaya. Dia menyarankan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga melakukan kawal akal sehat.

"Saya tidak melihat ada relevansi melakukan aksi Kawal Amien Rais (KAR). Polisi hanya meminta keterangan biasa, kenapa harus ada KAR," kata Raja Juli dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (10/10).

Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mengingatkan Amien Rais adalah tokoh hebat yang juga dikenal sebagai Bapak Reformasi. Karena itu, ia mempertanyakan alasan aksi pengawalan tersebut.

"Polisi pasti bertanya hal standar saja mengenai apa yang mungkin Pak Amien ketahui," ujar Raja.

Dia menyarankan kubu Prabowo-Sandiaga lebih baik melakukan aksi Kawal Akal Sehat (KAS). Ia menganggap aksi KAS bertujuan agar tim Probowo-Sandiaga tidak mudah dibohongi dan menyebar kebohongan yang belum terverifikasi.

"Kubu Pak Prabowo juga mesti melakukan KAS kepada para pendukungnya agar tidak memproduksi fitnah dan menyebarkan," kata dia.

Amien Rais tiba di Polda Metro Jaya pada Rabu (10/10) sekitar pukul 10.15 WIB bersama dengan tim kuasa hukum, serta didampingi anak dan menantunya. Sebelum masuk bertemu penyidik, Amien Rais sempat bersyahadat terlebih dahulu dan memberikan pernyataannya.

Pantauan Republika.co.id, Amien Rais tiba di Polda Metro Jaya mengenakan setelan jas berwarna abu-abu dengan kopiah hitam dan turun dari mobil Toyota Camry. Ia didampingi sejumlah orang mengenakan baju berwarna putih, dengan diserbu langsung oleh awak media yang berdesakan.

Amien Rais mencoba masuk ke dalam ruangan penyidik, dengan dikawal oleh sejumlah anggota kepolisian Polda Metro Jaya yang mencoba membukakan jalan. Sebelum masuk, Amien sempat memberikan pernyataannya dengan diawali syahadat.

Asyahadu ala illa ha illalah wa Asyahadu anna Muhammadarrasulallah. Saya sampaikan kepada masyarakat Indonesia, saya tadi malam lihat di Metro TV, Bapak Irjen Pol Setyo Wasisto menyatakan bahwa saya dipanggil berdasarkan keterangan Ratna Sarumpaet,” ujar Amien Rais di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/10).

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA