Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Jokowi Minta Siswa SMA Luruskan Kabar Hoaks

Rabu 10 Oct 2018 15:31 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Muhammad Hafil

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Foto: Istimewa
Jokowi tak ingin masyarakat diadu domba

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para siswa SMA dan SMK untuk meluruskan kabar hoaks dan fitnah. Apalagi di tahun politik ini, tak sedikit kabar bohong dan fitnah, serta celaan justru beredar.

"Jadi anak-anak tolong kalau ada yang namanya sekarang di medsos fitnah hoaks, kabar bohong, saling mencela mengejek, itu tolong diluruskan. Dibetulkan," kata Jokowi Grand Mulya resort and Convention Hotel, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/10).

Tak hanya itu, di hadapan 340 siswa SMA dan 170 siswa SMK se-Indonesia, Presiden juga meminta para siswa untuk saling mengingatkan terkait keberagaman masyarakat di Indonesia. Keberagaman suku, budaya, agama, dan adat istiadat ini dinilainya harus dipahami sehingga tak menimbulkan perpecahan. 

Jokowi khawatir, dengan perbedaan ini masyarakat justru mudah untuk diadu domba. Sebab, masalah perbedaan di dalam masyarakat ini sering kali dimanfaatkan untuk kepentingan politik. 

"Kita harus sadar betul jangan sampai kita diadu karena kepentingan luar bisa kepentingan politik di dalam. Berbahaya sekali. Karena saya lihat banyak sekali karena kepentingan politik, pilihan bupati, pilihan gubernur, pilpres yang itu tiap lima tahun ada, kita kayak terpecah pecah gitu. Ini berbahaya sekali," ujarnya. 

Di dalam demokrasi, perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar. Ia pun meminta agar tak mempermasalahkan perbedaan pilihan politik antarmasyarakat. Menurutnya, masyarakat seharusnya menjaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan yang menjadi aset terbesar bangsa. 

"Masa tiap lima tahun kita mau berantem terus. Iya gak? Negara ini membutuhkan dalam rangka bersaing dengan negara lain. Gara-gara kita tidak bersatu sangat bahaya kita," kata dia.

Untuk diketahui, acara AKSI yang diikuti oleh kurang lebih 340 siswa SMA dan 170 siswa SMK se-Indonesia ini merupakan kegiatan pelatihan khusus bagi para siswa SMA/SMK. Selama empat hari kegiatan, para siswa mendapat berbagai pendidikan karakter, kebangsaan, dan pengembangan diri untuk menjadi pribadi yang visioner, kreatif, dan inovatif.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES