Sabtu, 20 Ramadhan 1440 / 25 Mei 2019

Sabtu, 20 Ramadhan 1440 / 25 Mei 2019

Kiai Ma'ruf: Sesama Santri Harus Dukung

Selasa 09 Okt 2018 18:47 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ratna Puspita

Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin memberikan sambutan saat menghadiri penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) di Jakarta, Ahad (7/10).

Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin memberikan sambutan saat menghadiri penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) di Jakarta, Ahad (7/10).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Kiai Ma'ruf akan terus melakukan silaturahim ke pesantren-pesantren.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak menjadi Calon Wakil Presiden nomor urut 1, KH Ma'ruf Amin, berasal dari kalangan pesantren dan pernah menjadi santri. Kiai Ma'ruf mengatakan sesama santri sudah seharusnya mendukungnya untuk berjuang di jalur struktural atau masuk ke pemerintahan.

Baca Juga:

Baca Juga

"Ya sesama orang santri kan masak enggak (tidak dukung), ya dukung lah sama-sama orang santri," ujar Kiai Ma'ruf saat ditemui di Kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (9/10).

Kiai Ma'ruf mengatakan, sesama santri penting untuk saling bersilaturahim ke pesantren. Sebagai santri, Kiai Ma'ruf akan terus melakukan silaturahim ke pesantren-pesantren di Indonesia. 

Kiai Ma’ruf rajin melakukan silaturrahim ke sejumlah pesantren yang ada di Indonesia. Menurut Kiai Ma'ruf, silaturahim tersebut dilakukan untuk mendapatkan dukungan dari kalangan pesantren.

"Kan saya orang pesantren, kan saya berarti memberitahu pada mereka saya mau masuk jalur struktural kenapa, saya harus beri alasan mau minta dukungan dan doa ke sesama warga pesantren," ucap Kiai Ma'ruf.

Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) 2016, jumlah pesantren di Indonesia ada sekitar 28.194. Namun, Kiai Ma'ruf tidak berencana untuk mendatangi puluhan ribu pesantren tersebut satu per satu. 

Dia mengaku hanya akan bersilaturahim ke pesantren-pesantren yang besar. "Ya sedapetnya aja, kalau semua kan nggak mungkin. Jadi ya ke pesantren-pesantren besar di Jatim, Jateng Jabar, nanti ke Sumatra, sekeburunya, sedapetnya," kata ketua umum MUI ini. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA