Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

BPN Jelaskan Posisi Gamal Albinsaid di Tim Prabowo-Sandi

Jumat 05 Oct 2018 19:27 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andri Saubani

dr Gamal Albinsaid

dr Gamal Albinsaid

Foto: dokpri
Gamal merupakan usulan dari cawapres Sandiaga Uno.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah penunjukan Gamal Albinsaid dalam tim kampanye sebagai upaya mengantikan posisi Ratna Sarumpaet. Wakil Ketua BPN Ahmad Muzani mengatakan, nama Gamal sudah lama dibicarakan jauh sebelum kasus Ratna.

"Oh itu sudah lama dibicarkan. Gamal yang dari Malang sudah lama dibicarakan," kata dia di Hotel Santika, Depok, Jawa Barat, Jumat (5/10).

Menurut dia, nama Gamal merupakan usulan calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno. Secara umum, BPN juga telah menyetujui usul tersebut

Muzani mengatakan, BPN membutuhkan wajah milenial yang pintar dan cerdas. Apalagi, kata dia, Gamal memiliki empati yang tinggi soal kemanusian dan kesehatan.

"Ya memang itu sudah lama. Memang diminta oleh Pak Sandi tapi memang itu lupa dimasukkan," kata dia.

Terkait posisi Ratna, ia mengatakan hal itu tak menjadi masalah jika tak digantikan. Pasalnya, masih banyak orang dalam struktur BPN. Dengan begitu, posisi Ratna bisa digantikan dengan nama yang sudah ada dalam struktur.

Muzani menjelaskan, kasus Ratna ini akan menjadi pelajaran yang penting bagi BPN. "Ya inikan satu tim baru yang besar, sehingga nanti waktu yang membuktikan tingkat loyalitas, kebersamaannya," kata dia.

Ia juga tak ambil pusing dengan kubu lawan yang terus memainkan kasus Ratna sebagai alat serang. Menurutnya, hal itu wajar dalam dunia politik.

Muzani menegaskan, dalam kontestasi Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019 ke depan, akan ada kasus yang lebih besar lagi. "Nanti juga ada masalah yang lebih besar dari Ratna. Dan kita harus siap hadapi suasana itu," kata dia.

Calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto menegaskan Ratna Sarumpaet telah mengundurkan diri dari Badan Pemenangan Nasional Koalisi Indonesia Adil Makmur (KIAM). Prabowo pun mempersilakan jika ada proses hukum terhadap Ratna Sarumpaet.

"Saya meminta bu Ratna Sarumpaet untuk mengundurkan diri dari Badan Pemenangan Nasional, dan dia sudah melakukan itu, sudah ada suratnya," kata Prabowo saat konferensi pers di rumahnya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu (3/10) malam.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA