Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Siapa akan Menang Telak di Pilpres? Ini Hasil Survei LSI

Jumat 05 Okt 2018 01:17 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani

Pasangan Capres Petahana dan Cawapres, Joko Widodo (Jokowi) (tengah)- Ma'ruf Amin (ketiga kanan) bersama Ketua Tim Kampanye Nasional, Erick Thohir (kedua kiri), Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional, Moeldoko (kiri), Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (kanan) dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (kedua kanan)  menemui para pendukungnya sebelum mendatangi kantor KPU RI di Tugu Proklamasi, Jakarta, Jumat (21/9).

Pasangan Capres Petahana dan Cawapres, Joko Widodo (Jokowi) (tengah)- Ma'ruf Amin (ketiga kanan) bersama Ketua Tim Kampanye Nasional, Erick Thohir (kedua kiri), Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional, Moeldoko (kiri), Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (kanan) dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (kedua kanan) menemui para pendukungnya sebelum mendatangi kantor KPU RI di Tugu Proklamasi, Jakarta, Jumat (21/9).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
58,6 persen responden menyatakan Jokowi-Ma'ruf akan menang telak di atas 10 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dinilai yang paling berpeluang memperoleh kemenangan telak pada Pilpres 2019. Temuan itu diperoleh lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam surveinya baru-baru ini.

BACA JUGA:

Baca Juga

"Kami dapati sebanyak 58,6 persen responden menyatakan Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan menang telak di atas 10 persen. Sedangkan 25,7 persen menyatakan Prabowo-Sandiaga Uno yang akan menang telak," peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar, ketika memaparkan hasil survei pada Kamis (4/10).

Berdasarkan survei itu, didapati publik merindukan munculnya Presiden yang kuat dengan dipilih oleh minimal 60 persen suara nasional. Tujuannya supaya stabilitas Indonesia terjaga.

Di sisi lain, LSI juga merekam penilaian para ahli soal ukuran Presiden yang kuat. "Para ahli menyampaikan capres-cawapres yang memperoleh kemenangan di atas 55 persen sudah memadai untuk membangun kepemimpinan pemerintahan yang kuat," ujarnya.

Diketahui, survei dilakukan pada 14-22 September 2018 melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Survei memakai metode multistage random sampling dengan total 1.200 responden di 34 Provinsi. Survei dilengkapi pula oleh analisis media, FGD dan wawancara mendalam. Margin of error survei sebesar plus-minus 2,9 persen.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA