Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Prabowo Minta Maaf Telah Ikut Menyuarakan Kebohongan Ratna

Rabu 03 Oct 2018 22:32 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andri Saubani

Calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan konferensi pers terkait gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, di kediaman Prabowo, Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/10).

Calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan konferensi pers terkait gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, di kediaman Prabowo, Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/10).

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Ratna Sarumpaet hari ini mengakui tidak dianiaya tetapi menjalani bedah plastik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden nomor urut 02, Prabowo meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena telah ikut menyuarakan kebohongan yang dilakukan oleh aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet. Selain itu, Prabowo juga meminta kepada yang bersangkutan untuk mengundurkan diri dari tim pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Permintaan maaf ini disampaikannya Prabowo di kediamannya didampingi oleh Sandiaga dan juga Amien Rais. "Saya di sini atas nama pribadi dan sebagai pimpinan tim, kami minta maaf kepada publik bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannnya," jelas Ketua Umum Partai Gerindra, itu di Jalan Kertanegara, Jakarta Pusat, Rabu (3/10).

Prabowo mengakui, sempat mempercayai cerita yang dibangun oleh Ratna Serumpaet terkait kabar penganiayaan terhadap aktivis perempuan itu. Sehingga, dirinya merasa terusik dengan apa yang menimpa Ratna Serumpaet.

Apalagi, dia melihat secara jelas luka di wajah Ratna. Namun, timnya mendapatkan laporan dan cerita dengan versi berbeda, dan yang bersangkutan meminta maaf dan mengakui telah berbohong.

"Saya tidak merasa berbuat salah, tapi saya akui saya grusa-grusu. Tim saya ini baru, baru belajar. Tapi tidak ada alasan kalau kita salah, kita akui salah," ujar Prabowo.

Ratna Sarumpaet telah mengakui, bahwa dia tidak dianiaya oleh sekelompok orang. Wajah lebam yang ia alami murni akibat efek dari operasi plastik untuk keperluan sedot lemak di wajahnya. Ratna memohon maaf kepada semua pihak, terutama Koalisi Adil Makmur pengurung capres-cawapres Prabowo-Sandiaga.

Tak disangka-sangka, alasan tersebut justru beredar luas ke masyarakat serta viral di media sosial. Simpati dari Prabowo Subianto beserta koalisinya pun berdatangan. Ketika Ratna bertemu dengan Prabowo dan Amien Rais, Selasa (2/10) kemarin, Ratna berkukuh bahwa dia telah dipukuli orang.

Mendengar pengakuan dari Ratna Sarumpaet, Prabowo pun alhasil membenarkan bahwa Ratna mengalami penganiayaan. Pembenaran itu dinyatakan dalam konferensi pers di Kertanegara, Selasa (2/10) malam.

“Saya memohon maaf kepada Prabowo yang kemarin dengan tulus membela kebohongan saya. Saya tidak tahu apa rencana Tuhan dari semua ini. Saya juga meminta maaf kepada Amien Rais, Koalisi 02, saya melukai hati kalian dan membuat kalian marah,” ujar Ratna.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA