Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Ratna Akui Hoaks, Ini Arahan Jokowi ke Tim Kampanyenya

Rabu 03 Oct 2018 21:00 WIB

Rep: Mabruroh, Ali Mansur/ Red: Andri Saubani

Menko PMK Puan Maharani, bersama Mensos Agus Gumiwang, Menristek Dikti M Nasir, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, mendampingi Presiden Joko Widodo mengunjungi korban bencana di Sulawesi Tengah, Rabu (3/10).

Menko PMK Puan Maharani, bersama Mensos Agus Gumiwang, Menristek Dikti M Nasir, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, mendampingi Presiden Joko Widodo mengunjungi korban bencana di Sulawesi Tengah, Rabu (3/10).

Foto: Kemenko PMK
Ratna Sarumpaet hari ini mengakui tidak dianiaya tetapi menjalani bedah plastik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktivis Ratna Sarumpaet mengakui bahwa dirinya tidak dianiaya oleh sekelompok orang. Wajah lebam yang ia alami murni akibat efek dari operasi plastik untuk keperluan sedot lemak di wajahnya. Ratna memohon maaf kepada semua pihak, terutama Koalisi Adil Makmur pengurung capres-cawapres Prabowo-Sandiaga.

Adapun menanggapi kasus kebohongan penganiayaan yang baru saja diakui Ratna Sarumpaet, menurut Sekretaris Tim Kampanye Jokowi-KH. Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, Jokowi pun telah memberikan arahan. Jokowi menyerukan agar seluruh tim kampanyenya dapat tetap fokus membantu pemerintah di dalam menangani korban bencana alam di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.

“Mereka melakukan tindakan antikemanusiaan dengan mengganggu skala prioritas bangsa yang seharusnya berbela rasa membantu korban bencana,” ujar Hasto, Rabu (3/10).

“Tindakan penipuan untuk dikasihani demi peningkatan elektoral Pak Prabowo-Sandi, sebaiknya disikapi dengan semakin giat membantu korban, sebagaimana dilakukan Pak Jokowi hari ini di Palu,” kata Hasto, melanjutkan.

Koordinator juru bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku kecewa dengan tindakan Ratna Serumpaet yang telah membohongi pihaknya, termasuk calon presiden Prabowo Subianto. Tentu saja, kata Dahnil pihaknya juga tidak berniat menyebarkan hoaks alias berita palsu, karena berdasarkan keterangan langsung dari yang bersangkutan.

"Kami tidak menebar hoaks, tapi berangkat dari pengakuan bu Ratna dan ingin membantu beliau, ternyata kami justru dibohongi beliau. Tentu kita sangat kecewa, terhadap tindakan tersebut," ujar Dahnil dalam pesan singkatnya, Rabu (3/10).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA