Thursday, 24 Syawwal 1440 / 27 June 2019

Thursday, 24 Syawwal 1440 / 27 June 2019

Pendukung Diminta Kedepankan Kampanye Santun dan Beradab

Senin 24 Sep 2018 13:03 WIB

Red: Muhammad Hafil

Ilustrasu massa peserta karnaval Pemilu Damai 2019

Ilustrasu massa peserta karnaval Pemilu Damai 2019

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Tujuannya adalah untuk menciptakan Pilpres 2019 yang aman dan damai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kelompok Kaukus Muda Nusantara (KMN) mengimbau kepada para partai politik untuk mengedepankan kampanye santun dan beradab. Tujuannya agar agenda politik lima tahunan ini berjalan dengan aman dan damai.

“Sehingga Pilpres sebagai agenda politik lima tahunan berjalan dengan lancar, aman dan damai, dengan selalu  menjadikan seluruh kerja - kerja dan perjuangan potilik sebagai motivasi untuk memajukan Indonesia dan menjaga keutuhan NKRI,” kata Muhlis Ali, Koordinator Nasional KMN melalui siaran persnya yang diterima Republika.co.id, Senin (24/9).

Muhlis menjelaskan, pihaknya sudah mengkampanyekan #Jokow1ndonesia. Ini merupakan bentuk dukungan kelompok ini kepada Jokowi-Ma'ruf.

“#Jokow1ndonesia adalah simbol gerakan dari KMN dalam melakukan gerakan dan kerja - kerja perjuangan politik memenangkan Jokowi - Ma’ruf Amin sebagai pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2019,” kata

Mantan Ketua DPP KNPI ini menegaskan, KMN sudah enam bulan terakhir menata dan melakukan penggalangan serta sosialisasi ke daerah dan berbagai elemen. Di antaranya, kelompok pemuda antar etnis, aktifis muda, tokoh pemuda, pengusaha muda, kalangan santri, kiai muda dan seluruh elemen masyarakat.

“Langkah awal melakukan gerakan secara tertutup kampanyekan kebijakan dan keberhasilan pemerintahan Jokowi - JK, di samping menggalang pentingnya Pak Jokowi perlu didukung menjadi Presiden periode kedua,” kata mantan ketua PB HMI ini.

Muhlis melanjutkan, pascapenetapan nomor urut pasangan capres-cawapres, KMN akan semakin gencar melakukan komunikasi dan sosialisasi kesemua lapisan masyarakat baik tertutup dan terbuka.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA