Minggu, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Minggu, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

SBY Walkout, Sandi Juga Mengaku Diteriaki Kubu Lawan

Ahad 23 Sep 2018 20:15 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Andri Saubani

Calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno saat mengikuti iring-iringan deklarasi kampanye damai di Monas, Jakarta, Ahad (23/9).

Calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno saat mengikuti iring-iringan deklarasi kampanye damai di Monas, Jakarta, Ahad (23/9).

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Deklarasi kampanye damai Pemilu 2019 digelar di Monas, hari ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden (cawapres), Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi aksi walkout Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada acara deklarasi kampanye damai di Silang Monas, Jakarta Pusat, Ahad (23/9). Ia mengatakan, bukan pertama kali pihaknya merasa terganggu dengan simpatisan kubu lawan.

Ia menceritakan, pada saat Pilkada DKI, tepatnya saat debat ia sempat diganggu oleh simpatisan dengan menghalang-halangi timer. "Jadi ini mesti jadi evaluasi dan alangkah baiknya kalau kegiatan yang memicu seperti debat itu, kenapa enggak debat yang lima kali itu diganti saja seperti seminar," kata Sandiaga, usai menyampaikan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta Pusat, Ahad (23/9).

Menurut dia, acara yang harus menghadirkan pendukung dari dua kubu bukanlah hal yang sehat. Selain itu, kegiatan yang harus mengerahkan banyak massa hanya akan menambah biaya untuk sesuatu yang menurut Sandiaga sebenarnya bisa dihemat.

Ia menambahkan, pada acara deklarasi tadi pagi sempat berbicara dengan calon presiden petahana Joko Widodo soal ini. Menurut Sandiaga, Jokowi setuju dengan adanya pengurangan acara-acara yang harus mengerahkan massa dari kedua kubu.

"Semua kegiatan seremonial menurut saya mesti kita review ulang. Dan Pak Jokowi tadi juga setuju. Saya pikir ini enggak terlalu esensi," kata dia lagi.

Pada saat SBY memutuskan walkout, Sandiaga mengatakan dirinya baru menyadari ketika kembali ke kursi bersama calon presiden Prabowo Subianto. Saat itu, Prabowo bertanya padanya mengenai keberadaan SBY bersama dengan Agus Harimurti Yudhoyono.

Ia juga mengatakan, mengetahui dari media soal perginya SBY yang tiba-tiba dari acara deklarasi tersebut. "Sebenarnya kami juga, baru keluar section itu diteriak-teriakin begitu. Tapi Pak Prabowo sama saya senyum, dadah-dadah. Eh akhirnya pada minta foto juga sama Pak Prabowo sama saya. Jadi memang banyak sekali yang di luar kesepakatan," kata dia.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA