Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Pengamat: Nomor Urut 2 Prabowo-Sandiaga Untungkan Gerindra

Sabtu 22 Sep 2018 07:13 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Ratna Puspita

Pendukung pasangan capres cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno mengangkat papan bertuliskan angka 2 setelah diumumkan nomor urut di Kantor KPU, Jakarta, Jumat, (21/9).

Pendukung pasangan capres cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno mengangkat papan bertuliskan angka 2 setelah diumumkan nomor urut di Kantor KPU, Jakarta, Jumat, (21/9).

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Partai Gerindra juga mendapatkan nomor urut 2 pada Pemilihan Legislatif 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, Nomor urut 2 yang diperoleh pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan menguntungkan Partai Gerindra pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Partai Gerindra juga mendapatkan nomor urut 2 pada Pemilihan Legislatif 2019. 

Direktur Survey & Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara mengatakan Partai Gerindra berpotensi mendapatkan keuntungan dibandingkan anggota koalisi karena mendapatkan nomor urut sama dengan pasangan calon yang diusungnya. "Prabowo Subianto dan partai Gerindra sudah mendapat nomor cantik, yaitu dua," kata dia ketika dikonfirmasi, Sabtu (22/9).

Gerindra berpeluang besar merasakan dampak efek elektoral Pemilu Serentak 2019, yakni pileg dan pilpres berlangsung bersamaan. Ia menerangkan, pada pemilu, terutama yang berlangsung serentak, masyarakat umumnya memberikan perhatian lebih pada kontestasi pilpres. 

"Pilpres menentukan pucuk pimpinan eksekutif nasional, ketimbang pemilu legislatif," kata dia.

Karena itu, ia mengatakan, pemilik suara memiliki kecenderungan mencoblos partai politik yang mengusung capres-cawapres pilihan mereka. Kondisi tersebut berdasarkan asumsi efek ekor jas atau coattail effect. 

Lebih spesifik lagi, ia mengataan, parpol yang kadernya menjadi capres atau cawapres-lah yang akan cenderung dicoblos oleh pemilih. Karena itu, ia menambahkan, Gerindra bakal mendapatkan berkah suara pada Pemilu 2019.

Di sisi lain, ia mengatakan, nomor urut ini juga akan mengundang kreativitas di media sosial. "Nomor urut urut peserta Pilpres 2019 punya banyak varian dan biasanya akan menjadi salah satu poin utama kelucuan dan keriuhan pembelaan dari para pendukung masing-masing pasangan Pilpres 2019 di media sosial," kata dia.

Namu, Igor mengatakan, hal terpenting bagi capres-cawapres yang akan berkompetisi, yakni mengefektivitaskan program, visi dan misi kepada publik selama masa kampanye. Masa kampanye bakal dimulai pada 23 September 2018. 

Hasil pengundian nomor urut calon presiden-calon wakil presiden yang dilakukan di Kantor KPU RI, Jakarta, hari Jumat (21/9) malam, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapat nomor urut 1. Sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut  2 sebagai peserta pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA