Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Prabowo Imbau Masyarakat Kampanyekan Pemilu Sejuk

Jumat 21 Sep 2018 22:21 WIB

Rep: Rizkyan adiyudha/ Red: Muhammad Hafil

Pe

Pe

Foto: Republika/ Wihdan
Kubu Prabowo menilai nomor dua sebagai lambang kemenangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyerukan kepada masyarakat Indonesia untuk melaksanakan pemilu presiden dengan sejuk, damai dan semanngat kekeluargaan. Prabowo juga mengajak warga untuk mencari pemimpin terbaik bagi bangsa dan bukan mencari kesalahan dan kekurangan masing-masing.

"Saya berharap semua pihak selalu bersikap tenang, bersikap tidak emosional, menahan diri dan mari kita menyongsong proses demokrasi dengan baik dan tenang," kata Prabowo Subianto dalam pidato sambutannya usai mengbil nomor urut di kantor KPU, Jumat (21/9) di Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, Prabowo berterima kasih kepada KPU dan komisioner, Bawaslu hingga DKPP atas semua penyelengaraan untuk mempersiapkan dan melaksanakan pemilu 2019. Pernyataan itu, dia ungkapkan atas nama pribadi, cawapres, partai serta relawan yang mendukung dirinya.

Prabowo meminta masyarakat untuk merasakan bahwa kita semua satu kelarga besar NKRI. Sebabnya, dia mengatakan, seleuruh masyarakat harus menyikapi semua persoalan bangsa sebagai persoalan keluarga besar.

"Kita berharap semua pihak melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya demi masa depan bangsa dan cucu kita," tutup pidatonya.

Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga Uno mengatakan, jika peserta pemilu saat ini merupaka elite politik yang teduh dan damai. Ini, dia mengatakan, terlihat dari cara penyelesaian nomor urut yang menurutnya dapat menimbulkan komplikasi.

Dia mengatakan, potensi komplikasi nomor urut itu pada akhirnya dapat diselesaikan oleh kedua pasangan calon dengan menambahkan amgka '0' di depan nomor urut tersedia. Dia mengatakan, hal itu menunjukan jika kedua kubu berkontestasi merupakan sahabat yang menginginkan pemilu yang menjunjung tinggi keberagaman, keteduhan dan kesejukan.

"Sehingga percepatan pembangunan dengan membangun ekonomi khususnya lapangan kerja dan biaya hidup bisa kita lakukan," kata Sandiaga.

Proses pengundian nomor urut diawali dengan penentuan urutan pengambilan nomor urut terlebih dahulu. Masing-masing calon wakil presiden secara bersamaan mengambil satu bola berisi angka yang telah disediakan dalam kotak transparan dan penentuan urutan pengambilan nomor urut dimulai dari angka yang terkecil.

Selanjutnya, calon presiden yang mendapatkan giliran pertama, mengambil undian dari tempat yang disediakan. Hal yang sama dilakukan calon presiden yang mendapat giliran berikutnya. Kemudian kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden tersebut membuka nomor urut yang telah diambil secara bersamaan.

Pelaksanaan pengundian ini menempatkan pasangan Jokowi-Ma'ruf dengan nomor Urut 01 dan Prabowo-Sandiaga dengan nomor urut 02. Penetapan nomor urut ini dituangkan dalam Keputusan KPU RI Nomor 1142/PL.02,2-Kpt/06/KPU/IX/2018 tentang Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019.

Usai pengundian nomor, kedua pasangan segera meninggalkan kantor KPU. Dengan tangan mengepal seraya mengacungkan jari telunjukndan tengah menyimbolkan angka 2, Prabowo keluar dari kompleks gedung KPU sambil tersenyum dan mengomentari secara singkat hasil pengundian nomor urut.

"Ya nomor 2 lambang kemenangan," katanya.

Langkah Prabowo diikuti oleh Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sama dengan Prabowo, politisi partai Demokrat ini meninggalkan Kantor KPU hanya dengan mengatakan 'sukses' bagi koalisi atau pasangan calon.

"Nomor 2 ini baik, nanti biar pak Prabowo-Sandi yang jelaskan. Yang jelas kami akan terus berikan support bisa sukses dalam pilpres ini dan tentunya membawa kebaikan dalam bangsa ini," kata AHY.

Begitu juga dengan Lulung Lunggana yang mengikuti setelahnya. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman nersyukur bahwa proses pengambilan nomor urut berjalan dengan lancar. Dia tidak mempermasalahkan nomor urut yang didapatkan pasangan calon.

"Kedua nomor, dua atau saru sama saja yang penting bagaimana setelah medapatkan nomor tim bisa hekerja maksimal," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA