Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

KPU: Tak Ada Pengamanan Ekstra Pengundian Nomor Urut Capres

Jumat 21 Sep 2018 13:22 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Andri Saubani

Ketua KPU Arief Budiman meninjau hari pertama pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Sabtu (4/8).

Ketua KPU Arief Budiman meninjau hari pertama pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Sabtu (4/8).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pasangan capres dan cawapres akan mengundi nomor urut pada Jumat malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan, pihaknya tidak melakukan pengamanan ekstra menjelang pengundian dan penetapan nomor urut pasangan capres-cawapres Pemilu 2019. Menurut Arief, momentum pengudian nomor urut harus disambut dengan tertib, aman dan damai.

"Tidak ada (pengamanan ekstra). Biasa saja. Sebab, ini kan momentum biasa saja yang semua orang harus menyambut dengan riang gembira," ujar Arief di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9).

Arief mengatakan, pengamanan khusus dilakukan jika ada situasi kemacetan dan menghindari gesekan antara pendukung pasangan calon. Dia berharap para pendukung tetap tertib dan mengikuti agenda sesuai dengan aturan.

"Jadi pengamanan tentu kalau menimbulkan kemacetan akan diamankan, untuk menghindari terjadinya gesekan, ya akan dijaga jaraknya," terang dia.

KPU pun sudah membatasi jumlah pendukung paslon yang masuk ke dalam area KPU hanya sebanyak 150 orang. Sebanyak 50 orang yang akan masuk ruang pengundian yang berada di Lantai II Kantor KPU. Kemudian 100 orang akan berada di tenda halaman KPU.

Anggota parpol, kata Arief, diminta bergabung saja dengan tim pendukung. Pasalnya, yang dihitung KPU adalah pendukung paslon presiden dan wakil presiden.

Baca juga:

"Hari ini kan yang punya acara kan bukan parpol, tapi pasangan capres-cawapres dan parpol ada di dalamnya. Makanya kami memberikan kuota dan silakan masing-masing paslon mengatur di internal mereka. Nanti banyak parpol bergabung di situ, silakan diatur," jelas Arief.

Lebih lanjut, Arief mengatakan pihaknya memberikan kesempatan kepada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno untuk berpidato usai pengambilan dan penetapan nomor urut. Kedua pasangan ini berpidato sesuai secara bergantian sesuai dengan nomor urut yang diperolehnya.

"Kita berikan kesempatan untuk memberikan statement. Itu nanti dilakukan setelah selesai pengundian norut (nomor urut). Setelah pengundian norut bergantian, baik norut 1 dan norut 2," tambahnya.

Pelaksanaan pengundian nomor urut akan digelar pukul 20.00 WIB pada Jumat. Pengundian nomor urut ini digelar di Kantor KPU.

Berdasarkan pantauan Republika, pada Jumat siang kegiatan pengamanan telah tampak di luar area Kantor KPU, tepatnya di sepanjang Jl Imam Bonjol. Sejumlah aparat kepolisian dan TNI juga sudah tampak bersiap di area luar KPU.

Selain itu, tampak pula dua unit kendaraan barrier, dua unit kendaraan barracuda, serta satu unit kendaraan water canon yang terparkir di ruas Jl Imam Bonjol.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA